loading...
Muktamar ke-35 NU nan bakal digelar pada 27-31 Agustus 2026 di Jombang, Jawa Timur, kudu melahirkan pemimpin nan berintegritas. Foto/SIndoNews
JAKARTA - Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) nan bakal digelar pada 27-31 Agustus 2026 di Jombang, Jawa Timur, kudu melahirkan pemimpin nan berintegritas. Sebab, NU bukan hanya sekadar organisasi masyarakat keagamaan, tetapi juga kekuatan sosial nan mempunyai pengaruh besar terhadap kehidupan umat, kebangsaan, dan kemanusiaan.
Ada 140 juta jiwa penduduk Indonesia nan mengidentifikasi dirinya sebagai Nahdliyin, menurut survei Alvara Research Center pada akhir 2025. Menurut Hatim Gazali, salah satu tokoh muda NU, dengan skala organisasi sebesar itu, Muktamar bukan semata-mata sebagai arena memilih figur, melainkan momentum menentukan arah kepemimpinan NU menghadapi tantangan sosial, politik, ekonomi, dan teknologi nan semakin kompleks.
Hatim mengatakan ada sembilan kriteria nan krusial dimiliki Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mendatang. Kriteria tersebut meliputi keahlian menjadi pemersatu di tengah dinamika internal organisasi, mempunyai akar nan kuat di bumi pesantren, serta mempunyai pengalaman panjang berkhidmat dari tingkat ranting hingga kepengurusan pusat.
Baca juga: Bakal Dihadiri 3.000 Peserta, Gus Ipul Ungkap Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
“Selain itu, pemimpin NU perlu mempunyai wawasan nasional dan global, menjaga independensi organisasi dengan tidak menjadi bagian dari partai politik maupun tidak sedang menduduki kedudukan politik, serta bisa menjadikan NU sebagai kekuatan masyarakat sipil nan tetap kritis sekaligus konstruktif,” kata Hatim di Jakarta, Minggu (2/8/2026).








English (US) ·
Indonesian (ID) ·