NASA Berupaya Selamatkan Teleskop Swift dari Ancaman Kehilangan Orbit

51 menit yang lalu 2
NASA Berupaya Selamatkan Teleskop Swift dari Ancaman Kehilangan Orbit ilustrasi(Doc NASA)

Neil Gehrels Swift Observatory merupakan salah satu teleskop luar angkasa NASA nan digunakan untuk mengawasi ledakan sinar gamma (gamma-ray burst), lubang hitam, hingga beragam kejadian kosmik berenergi tinggi. 

Teleskop nan diluncurkan pada 2004 itu sekarang menghadapi ancaman kehilangan orbit akibat meningkatnya halangan atmosfer nan dipicu aktivitas Matahari. 

Dalam mengatasi kondisi tersebut, NASA menggandeng perusahaan antariksa Katalyst Space Technologies melalui misi Swift Boost untuk memperpanjang usia operasional Swift. Dalam misi tersebut, wahana antariksa robotik milik Katalyst nan diberi nama LINK bakal berupaya berjumpa dengan Swift dan meningkatkan ketinggian orbitnya. 

Langkah ini bermaksud memperpanjang masa misi ilmiah Swift sekaligus memajukan keahlian krusial nan dibutuhkan untuk mendukung eksplorasi ruang angkasa di masa depan. 

Misi Selamatkan Swift

Menurut NASA, meningkatnya aktivitas Matahari membikin halangan atmosfer di orbit rendah Bumi semakin besar sehingga mempercepat penurunan ketinggian Swift. Untuk mempertahankan teleskop tersebut tetap beroperasi, NASA memilih meningkatkan orbitnya daripada membangun observatorium baru.

Pada 3 Juli 2026, wahana robotik LINK diluncurkan menggunakan roket Pegasus XL milik Northrop Grumman. Roket nan diluncurkan dari pesawat (air-launched rocket) itu diberangkatkan dari Reagan Test Range di Atol Kwajalein, Kepulauan Marshall, sehingga LINK dapat langsung menuju orbit Swift.

Setelah mencapai orbit, LINK dijadwalkan melakukan rendezvous dengan Swift sebelum secara berjenjang meningkatkan ketinggian orbit teleskop tersebut. Sebagai bagian dari persiapan misi, NASA juga menghentikan sementara operasi ilmiah Swift dan menyesuaikan orientasi wahana untuk mengurangi halangan atmosfer. 

Langkah ini dilakukan agar ketinggian rata-rata Swift tetap berada di atas sekitar 185 mil (300 kilometer) sehingga kesempatan keberhasilan misi peningkatan orbit semakin besar. 

Kendala Muncul di Tengah Misi

Di tengah upaya pengamanan Neil Gehrels Swift Observatory, misi robotik LINK milik Katalyst Space Technologies menghadapi hambatan teknis. 

Menurut laporan The Economic Times, wahana tersebut mengalami gangguan pada sistem pendorong (thruster) nan menyebabkan LINK kehilangan kendali orientasi dan berputar di orbit. 

Kondisi tersebut menghalang komunikasi dengan tim pengendali di Bumi sehingga tahapan rendezvous dengan Swift belum dapat dilanjutkan sesuai rencana.

Sebelumnya, NASA melaporkan bahwa proses commissioning LINK melangkah sesuai rencana. Tim Katalyst telah menyelesaikan pemeriksaan sistem tenaga, avionik, serta pengetesan awal sistem propulsi berbahan bakar xenon. 

NASA juga menyebut beberapa hambatan awal pada sistem komunikasi dan salah satu reaction wheel sukses diatasi melalui pembaruan perangkat lunak sehingga wahana kembali berada dalam kondisi stabil sebelum melanjutkan tahapan berikutnya.

Meski menghadapi gangguan, misi Swift Boost belum dinyatakan berakhir. The Economic Times melaporkan bahwa Katalyst Space Technologies berbareng NASA tetap melanjutkan upaya pemulihan dengan dugaan misi tersebut tetap dapat diselamatkan. 

Sumber: NASA, The Economic Times

Selengkapnya