NASA Pertimbangkan Kirim Rover Bekas Uji Mars ke Bulan, Biaya Jadi Kendala

2 jam yang lalu 4
NASA Pertimbangkan Kirim Rover Bekas Uji Mars ke Bulan, Biaya Jadi Kendala PROMISE(Doc SPACE)

NASA tengah mempertimbangkan kembali rencana mengirim rover jejak pengetesan Mars ke Bulan setelah perkiraan biaya modifikasinya dinilai berpotensi terlalu mahal. 

Rover berjulukan PROMISE (Polar Rover for Observation, Mapping, and In-Situ Exploration) tersebut merupakan model rekayasa nan selama bertahun-tahun digunakan untuk menguji beragam perintah dan prosedur bagi rover Perseverance di Mars. 

Kini, NASA memandang kesempatan untuk memanfaatkannya dalam eksplorasi wilayah kutub selatan Bulan.

Dari Mars ke Bulan

PROMISE bukan rover baru nan dirancang unik untuk Bulan, melainkan model rekayasa skala penuh dari rover Perseverance nan berada di Jet Propulsion Laboratory (JPL), California. 

NASA selama ini menggunakan kendaraan tersebut sebagai testbed untuk menguji beragam perintah dan prosedur sebelum dikirim ke Perseverance nan beraksi di Mars.

Setelah bertahun-tahun mengoperasikan Perseverance dan Curiosity, NASA mulai mempertimbangkan pemanfaatan PROMISE untuk misi lain. 

Administrator NASA Jared Isaacman mengusulkan agar rover tersebut digunakan dalam misi Bulan, khususnya untuk membantu eksplorasi area kutub selatan Bulan.

Mengapa PROMISE Menarik untuk Bulan?

Salah satu kelebihan PROMISE adalah kemungkinan penggunaan radioisotope thermoelectric generator (RTG) nan memanfaatkan panas dari peluruhan plutonium untuk menghasilkan listrik. 

Teknologi ini dinilai cocok untuk menjelajahi kutub selatan Bulan nan mempunyai wilayah sangat gelap dan dingin, lantaran rover tidak sepenuhnya berjuntai pada sinar Matahari dan berpotensi memperkuat lebih lama. 

NASA juga dilaporkan mempunyai unit MMRTG nan dapat digunakan, sementara PROMISE nan berbobot sekitar satu ton bakal memerlukan kendaraan pendarat berkapasitas besar untuk membawanya ke permukaan Bulan.

Namun Biayanya Tidak Lagi Sederhana

Penggunaan PROMISE untuk misi Bulan tidak bisa dilakukan begitu saja lantaran rover tersebut awalnya dirancang untuk lingkungan Mars, sehingga memerlukan modifikasi dan pengetesan tambahan agar bisa beraksi di Bulan. 

Perkiraan independen menyebut biaya pengembangan dan pengirimannya dapat mencapai US$700 juta hingga US$1,3 miliar, meski nomor ini tetap berkarakter konseptual dan dapat berubah sesuai kebutuhan misi. 

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa mendaur ulang rover lama tidak selalu berfaedah lebih murah, lantaran NASA tetap kudu memastikan keamanan, ketahanan terhadap lingkungan ekstrem Bulan, serta kompatibilitas dengan sistem pendaratan dan komunikasi.

NASA Belum Mengambil Keputusan Final

Hingga kini, NASA belum menetapkan PROMISE sebagai misi Bulan resmi dan tetap mengevaluasi kelayakannya untuk mendukung eksplorasi Bulan. 

Rencana tersebut sejalan dengan strategi NASA nan semakin berfokus pada pembangunan prasarana di Bulan melalui kerja sama dengan perusahaan komersial.

NASA juga telah memberikan perjanjian pengembangan Lunar Terrain Vehicle, termasuk kepada Astrolab dan Lunar Outpost, nan masing-masing mengembangkan rover berbobot sekitar satu ton dan ditargetkan dikirim ke Bulan pada 2028.

Antara Hemat Biaya dan Risiko Teknologi

Rencana penggunaan PROMISE mencerminkan dilema NASA antara memanfaatkan teknologi nan sudah ada alias mengembangkan rover baru nan dirancang unik untuk Bulan. 

Meski PROMISE mempunyai teknologi matang dari pengalaman eksplorasi Mars, kebutuhan modifikasi, pengujian, sistem pendaratan, sumber daya nuklir, dan operasional di lingkungan Bulan berpotensi meningkatkan biaya. 

Karena itu, NASA perlu mempertimbangkan apakah penggunaan rover lama betul-betul lebih menguntungkan dibandingkan mengembangkan rover baru nan lebih sederhana dan sesuai dengan kebutuhan eksplorasi Bulan.

Sumber: Ars Technica, Space

Selengkapnya