Negara Ini Diam-Diam Cuan Besar dari Kirim 2.500 Senjata ke Israel

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Amnesty International mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan milik negara maupun swasta di India telah mengirimkan setidaknya 2.596 pasokan militer ke Israel selama bentrok di Gaza berlangsung. Laporan terbaru tersebut merinci pengiriman beragam jenis persenjataan, amunisi, hingga komponen militer nan dilakukan dalam periode Oktober 2023 hingga November 2025.

Sekretaris Jenderal Amnesty International Agnes Callamard menegaskan bahwa pemerintah India semestinya menyadari akibat besar di kembali kebijakan fasilitasi transfer senjata tersebut. Ia menyoroti gimana untung komersial tetap dikejar oleh perusahaan-perusahaan mengenai di tengah penderitaan nan terus berjalan di wilayah konflik.

"Mengingat adanya perintah tindakan sementara dari Mahkamah Internasional nan mengakui akibat genosida terhadap penduduk Palestina di Gaza, otoritas India tidak dapat secara andal berdasar bahwa mereka tidak mengetahui perihal tersebut. Keputusan untuk mengizinkan serta memfasilitasi transfer senjata ke Israel membawa akibat besar dan berkontribusi pada pelanggaran serius norma internasional," kata Callamard dilansir Middle East Eye, dikutip Minggu (2/8/2026).

Berdasarkan laporan "Made in India: The Supply of Weapons and Ammunition to Israel", total pengiriman tersebut mencakup 564.970 bagian persenjataan peledak, termasuk hulu ledak drone dan selongsong peluru artileri.

Selain itu, terdapat 390.516 suku cadang senjata ringan kelas militer serta ratusan komponen kendaraan tempur nan dikirimkan kepada pemasok utama militer Israel.

"Perusahaan India terus mendapat untung dengan memasok komponen dan amunisi nan ditujukan untuk sektor pertahanan Israel," tambah Callamard.

Sementara itu, hubungan pertahanan antara New Delhi dan Tel Aviv tercatat mengalami percepatan signifikan dalam satu dasawarsa terakhir di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Narendra Modi.

India saat ini tercatat sebagai pembeli senjata Israel terbesar di dunia, apalagi beberapa produsen senjata Israel telah mendirikan akomodasi produksi melalui upaya patungan dengan perusahaan-perusahaan India.

"Masalah ekspor India, termasuk ekspor apa pun nan secara langsung alias tidak langsung mempunyai implikasi militer, dipandu oleh kepentingan nasional kami dan oleh komitmen kami terhadap beragam rezim," tegas Menteri Urusan Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar pada Desember 2024 lalu.

Pemerintah India sendiri merupakan salah satu pendukung terkuat Israel dan menolak seruan untuk memberlakukan embargo senjata.

Hingga Juli 2026, tercatat setidaknya sebanyak 247.387 penduduk Palestina telah menjadi korban jiwa maupun luka sejak kampanye militer Israel diluncurkan di Gaza sebagai respons atas serangan golongan Hamas.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya