Negara Muslim Kecam Pelanggaran Israel dan Hambatan Rencana Damai Trump di Gaza

1 jam yang lalu 2
Negara Muslim Kecam Pelanggaran Israel dan Hambatan Rencana Damai Trump di Gaza Warga Gaza.(Al Jazeera)

KELOMPOK negara-negara Muslim, termasuk sekutu dekat Emirat Arab hingga Turki, secara resmi mengutuk serangkaian pelanggaran yang dilakukan Israel di Jalur Gaza. Mereka menuduh Israel sengaja merusak rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengakhiri pertempuran di wilayah kantong tersebut.

Pernyataan berbareng itu dikeluarkan oleh Qatar, Yordania, Emirat, Indonesia, Pakistan, Turki, Arab Saudi, dan Mesir. Dalam pernyataan tersebut, mereka menegaskan bahwa tindakan Israel di Gaza merupakan pelanggaran nyata terhadap tanggungjawab Israel di bawah norma internasional serta Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza.

Hambatan terhadap Peta Jalan Damai

Negara-negara tersebut menyatakan bahwa perilaku militer dan kebijakan Israel merusak upaya internasional dan regional nan bermaksud untuk mengimplementasikan fase kedua dari rencana perdamaian tersebut. Hal ini menjadi sorotan tajam terutama setelah pengumuman Presiden Donald Trump bahwa faksi-faksi Palestina telah menerima peta jalan (roadmap) damai, termasuk ketentuan mengenai pembatasan senjata.

Kebijakan Israel di Gaza dinilai menakut-nakuti keberlangsungan proses politik nan sedang berjalan. "Tindakan ini berisiko menggagalkan proses politik, memicu kembali siklus eskalasi, dan semakin memperdalam musibah kemanusiaan di Jalur Gaza," demikian bunyi pernyataan golongan negara tersebut.

Konteks Diplomatik: Keterlibatan Indonesia berbareng negara-negara besar seperti Arab Saudi dan Mesir menunjukkan kesatuan sikap bumi Muslim dalam menekan Israel agar mematuhi kesepakatan internasional nan dimediasi oleh Amerika Serikat.

Posisi Israel: Syarat Perlucutan Senjata

Di sisi lain, pemerintah Israel tetap pada pendirian kerasnya. Israel menyatakan tidak bakal mulai menarik pasukannya dari Gaza sampai ada kemajuan nan berfaedah mengenai perlucutan senjata Hamas.

Kondisi ini menciptakan kebuntuan baru dalam diplomasi Timur Tengah. Rencana perdamaian nan diusung pemerintahan Trump sekarang menghadapi ujian berat akibat perbedaan esensial mengenai sistem keamanan di lapangan dan penarikan pasukan militer. (The Times of Israel/I-2)

Selengkapnya