Nonton Konser di JIS, Pramono Anung Sebut Ancol Siap Tampung 5.000 Kendaraan

1 jam yang lalu 3
Nonton Konser di JIS, Pramono Anung Sebut Ancol Siap Tampung 5.000 Kendaraan Jakarta International Stadium (JIS).(Dok. Antara)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung memastikan persoalan parkir tidak lagi menjadi hambatan dalam penyelenggaraan aktivitas besar di Jakarta International Stadium (JIS). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan area Ancol sebagai kantong parkir utama nan terintegrasi langsung dengan stadion tersebut.

Langkah ini diambil guna mengantisipasi lonjakan kendaraan saat sejumlah band internasional dijadwalkan tampil di JIS dalam waktu dekat. Pramono menyebut area Ancol mempunyai kapabilitas nan sangat memadai untuk menampung ribuan kendaraan pengunjung.

“Sejak JIS kita hubungkan dengan Ancol, nan pertama tempat parkirnya kami jamin pasti bakal cukup. Karena di Ancol itu mau 5.000 mobil pun bisa, termasuk motor dan sebagainya,” ujar Pramono di Jakarta, Kamis (13/8).

Guna memudahkan penonton, Pemprov DKI telah mendorong kerja sama unik antara pihak pengelola Ancol dan JIS. Melalui skema ini, visitor nan mau menghadiri aktivitas di JIS dapat memasuki area Ancol tanpa dikenakan tiket masuk reguler, melainkan hanya bayar biaya parkir.

Pramono menilai integrasi ini sangat strategis lantaran letak parkir di Ancol terhubung dengan jembatan penyeberangan nan langsung mengarah ke JIS. Selain kendaraan pribadi, akses transportasi publik menuju area tersebut juga terus diperluas.

Masyarakat sekarang mempunyai pilihan moda transportasi nan lebih beragam, mulai dari jasa Transjabodetabek rute Blok M dan Senayan menuju Ancol, hingga penggunaan KRL Commuter Line. "Pilihannya menjadi banyak, bisa naik KRL, dan KRL-nya juga sudah berakhir di JIS," tambahnya.

Selain optimasi lahan parkir, Pemprov DKI tengah mengupayakan peningkatan akomodasi di stasiun KRL area JIS. Rencananya, jumlah peron bakal ditambah dari satu menjadi dua peron untuk meningkatkan efektivitas pelayanan penumpang saat arus padat gelaran aktivitas besar.

“Saya sekarang sedang mengupayakan jika kemarin hanya satu peron bakal menjadi dua peron sehingga menjadi lebih efektif. Mudah-mudahan penanganan untuk JIS menjadi lebih baik,” pungkas Pramono. (Z-10)

Selengkapnya