OJK Perkuat Sektor Jasa Keuangan untuk Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

52 menit yang lalu 2
OJK Perkuat Sektor Jasa Keuangan untuk Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur Friderica Widyasari Dewi.(Dok OJK)

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk terus memperkuat kontribusi sektor jasa finansial dalam mendukung terwujudnya Indonesia nan berdaulat, adil, dan makmur. Hal ini disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, saat memimpin Upacara Peringatan Kemerdekaan ke-81 RI di Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Friderica menekankan bahwa visi tersebut bakal dicapai melalui penguatan stabilitas dan integritas sektor jasa keuangan, ekspansi akses finansial nan aman, serta optimasi peran sektor finansial dalam mendorong ekonomi produktif dan pertumbuhan berkelanjutan.

"Untuk memperkuat Indonesia nan berdaulat, kita kudu memastikan sektor jasa finansial tetap kuat, stabil, berintegritas, dan bisa mendukung program pembangunan nasional. Pengawasan kita kudu handal menghadapi gejolak, adaptif terhadap teknologi, tegas dalam penegakan ketentuan, dan selalu berorientasi pada kepentingan bangsa," ujar Friderica dalam amanatnya.

Mewujudkan Keadilan dan Kemakmuran

Dalam upaya mewujudkan Indonesia nan adil, OJK konsentrasi pada ekspansi akses jasa finansial nan terjangkau dan bertanggung jawab. Friderica menegaskan bahwa inklusi finansial kudu melangkah beriringan dengan literasi, sementara penemuan digital wajib dibarengi dengan perlindungan konsumen nan kuat.

"Kemajuan digital kudu membuka pintu kesempatan, bukan menciptakan ruang baru bagi penipuan alias penyalahgunaan data," tegasnya. Keadilan ini juga mencakup pemberian kesempatan nan sama bagi pelaku UMKM, perempuan, generasi muda, serta masyarakat di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Sementara itu, untuk mendorong kemakmuran, sektor jasa finansial diarahkan menjadi penggerak aktivitas produktif. Hal ini dilakukan melalui penyaluran pembiayaan nan menciptakan lapangan kerja, penguatan hilirisasi industri nasional, serta support terhadap ekonomi hijau.

Tiga Amanah Strategis Presiden RI untuk OJK:

  • Membangun Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS).
  • Melanjutkan Reformasi Pasar Modal.
  • Memperkuat Ekosistem Pasar Karbon melalui Sistem Registri Unit Karbon (SRUK).

Kepercayaan Negara dan Tugas Strategis

Friderica juga mengingatkan ribuan pegawai OJK mengenai amanah strategis nan disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto pada Pidato Kenegaraan 14 Agustus lalu. Menurutnya, penambahan tugas ini merupakan corak kepercayaan besar negara nan kudu dijaga dengan integritas tinggi.

Terkait pembangunan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS), OJK bertanggung jawab membangun pasar nan andal dan transparan guna mendukung terbentuknya Indonesia Reference Price. "Ini bagian dari upaya memperkuat kedaulatan pasar Indonesia untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat," katanya.

Mengenai reformasi pasar modal, OJK terus mendorong penguatan kelembagaan dan demutualisasi Bursa Efek agar pasar modal Indonesia semakin likuid dan kompetitif. Sedangkan pada sektor pasar karbon, OJK memastikan sektor jasa finansial menjadi enabler nan mempercepat pembiayaan ekonomi hijau melalui SRUK nan terhubung dengan pasar global.

Upacara peringatan HUT ke-81 RI ini dilaksanakan secara serentak oleh seluruh pegawai OJK di Jakarta serta di 39 Kantor OJK nan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. (RO/I-2)

Selengkapnya