OpenAI Rilis ChatGPT Khusus Pelajar, Pengguna tidak Lagi Dapat Jawaban Instan

9 jam yang lalu 4
OpenAI Rilis ChatGPT Khusus Pelajar, Pengguna tidak Lagi Dapat Jawaban Instan OpenAI ChatGPT(MARCO BERTORELLO / AFP)

OPENAI resmi meluncurkan jasa ChatGPT for Teens, sebuah jenis unik nan dirancang untuk pengguna berumur 13 hingga 17 tahun. Langkah ini diambil untuk merespons meningkatnya penggunaan kepintaran buatan (artificial intelligence) di kalangan pelajar, sekaligus menanggulangi kekhawatiran publik mengenai akibat jelek AI terhadap mental remaja.

Dalam jenis unik ini, OpenAI menerapkan sistem keamanan nan jauh lebih ketat. Fitur perlindungan melarang hubungan nan mengarah pada konten sensitif, seperti percobaan bunuh diri, tindakan menyakiti diri (self-harm), gangguan makan, hingga percakapan bernuansa seksual dan romantis.

Vice President of Global Policy OpenAI, Ann O'Leary, menjelaskan bahwa pendekatan ini dirancang untuk mendampingi remaja sesuai fase perkembangannya tanpa membatasi ruang belajar mereka.

"Kami mau memperlakukan remaja sesuai porsinya. Artinya, kami memastikan tidak meremehkan mereka, tetapi di saat nan sama menjaga agar mereka tidak terpapar materi nan berbahaya," jelas O'Leary.

Fokus Bantu Tugas Sekolah dan Fitur Kontrol Orangtua

Berbeda dengan jenis standar, ChatGPT for Teens dirancang tidak untuk memberikan jawaban instan alias membuatkan esai sekolah secara langsung. Chatbot ini bakal berkedudukan sebagai tutor nan membimbing siswa memahami pola penyelesaian masalah dan konsep pembelajaran secara mandiri.

Selain itu, OpenAI membekali sistem ini dengan fitur kontrol orangtua. Melalui akun nan terhubung, orangtua dapat mengatur lama pengoperasian aplikasi seperti fitur "jam tenang" (quiet hours), serta menerima notifikasi unik jika sistem mendeteksi indikasi ancaman psikologis pada anak.

Guna mencegah keterikatan emosional nan tidak sehat (anthropomorphism), sistem juga diprogram untuk tidak merespons seolah-olah mempunyai perasaan, kesadaran, alias emosi layaknya manusia.

Inovasi ini diharapkan menjadi standar baru penggunaan AI nan kondusif dan edukatif bagi generasi muda, sekaligus menjawab kekhawatiran para pendidik dan master tumbuh kembang anak di seluruh dunia. (Theguardian/P-4)

Selengkapnya