Orang Utan Didi Lepas dari Kandang Solo Safari, Sempat Masuk Kampung dan Robohkan Motor

14 jam yang lalu 2
Orang Utan Didi Lepas dari Kandang Solo Safari, Sempat Masuk Kampung dan Robohkan Motor Didi, orang utan bertubuh besar lepas dari kandang dan keluar menuju pemukiman sebelah barat.(MI/Widjajadi)

DIDI, orang utan besar koleksi satwa Taman Solo Safari lepas dari kandang, Selasa (18/8) menjelang sore dan keluar menuju perkampungan sisi barat bonbin tersebut.

Peristiwa orang utan melangkah menuju kampung area UNS itu tidak menimbulkan kepanikan penduduk alias pengguna lampau lintas jalan sisi barat Solo Safari. Namun begitu tidak ada nan berani mengusik dan apalagi mengusir.

Ketika memasuki laman warung ayam tulang lunak Bengawan, Jurug nan sedang ramai pengunjung, satwa langka itu merobohkan sejumoah sepeda motor nan diparkir.

Pihak TSI (Taman Safari Indonesia) Grup nan menerima pelaporan mengenai lepasnya orang utan itu, langsung bertindak sigap untuk melakukan evakuasi, sebelum satwa koleksinya menakut nakuti masyarakat nan didekati.

"Setelah menerima info mengenai kejadian, TSI Group segera mengerahkan tim internal nan mempunyai kompetensi menangani satwa untuk melakukan pengamanan di lapangan," kata Dani Widi Krismara, mewakili menejemen dalam penjelasan kepada wartawan lewat WAG Solo Safari.

Menurut dia, proses penanganan dilakukan secara terukur dengan mengutamakan keselamatan masyarakat dan satwa, sesuai prosedur nan berlaku.

"Tim sukses mengamankan orang utan, mengevakuasi dan  mengembalikannya ke exhibit dalam kondisi terkendali," imbuh Dani.

Dia yakinkan, bahwa  dalam proses evakuasi, TSI Group memastikan penanganan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan publik sekaligus kesejahteraan satwa, sebagai bagian nan tidak terpisahkan dari standar pengelolaan satwa TSI Grup.

"Semua terkendali, dan TSI Group melakukan pertimbangan menyeluruh terhadap rangkaian kejadian, termasuk aspek prosedur dan sistem pengamanan. Hasil pertimbangan menjadi dasar untuk penguatan pengamanan guna memastikan kejadian serupa dapat diminimalkan di kemudian hari," jelas dia.

TSI Group memahami kekhawatiran dan ketidaknyamanan nan dirasakan penduduk di sekitar UNS akibat kejadian ini dan menyampaikan permintaan maaf kepada warga. (WJ)

Selengkapnya