Pada Peringatan HKAN 2026, Faunaland dan Vantara Perkuat Komitmen Konservasi Satwa

2 jam yang lalu 5
Pada Peringatan HKAN 2026, Faunaland dan Vantara Perkuat Komitmen Konservasi Satwa Menhut memberikan piagram penghargaan kepada Owner Faunaland, Danny Gunalen.( Dok. Faunaland)

KOMITMEN terhadap konservasi dan perlindungan satwa liar di Indonesia semakin diperkuat melalui kerjasama antara Vantara dari India dan Faunaland Indonesia. Dalam rangkaian peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026, Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, memberikan apresiasi unik kepada Danny Gunalen, CEO Faunaland dan Sir Ajit Kulkarni, CEO Vantara. Atas kontribusi dan komitmen mereka dalam mendukung upaya konservasi satwa liar di Indonesia.

Apresiasi tersebut merupakan corak pengakuan atas kontribusi Faunaland dan Vantara dalam memperkuat upaya perlindungan keanekaragaman hayati, khususnya melalui pengembangan kapasitas, jasa kesehatan satwa dan support terhadap konservasi satwa liar di Indonesia.

Danny menyatakan, apresiasi dari Kementerian Kehutanan menjadi dorongan bagi Faunaland untuk terus memperkuat perannya dalam mendukung upaya konservasi di Indonesia.

“Kami berterima kasih atas apresiasi nan diberikan Kementerian Kehutanan. Bagi kami, apresiasi ini bukan hanya merupakan pengakuan atas apa nan telah dilakukan, tetapi juga menjadi dorongan untuk terus memperkuat kerjasama dalam menjaga satwa dan keanekaragaman hayati Indonesia," ungkap Danny kemarin.

Menurut Danny, Vantara merupakan pusat penyelamatan, rehabilitasi dan konservasi satwa liar berskala besar nan berbasis di Jamnagar, India, dan didirikan oleh Shri Anant Ambani. Pengalaman tersebut diperkuat melalui pengembangan pengetahuan pengetahuan, riset, dan pendidikan, termasuk melalui Vantara University, nan diresmikan pada April 2026. Bagi Faunaland, kerjasama tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk terus memperkuat kapabilitas konservasi di Indonesia sekaligus membangun jejaring dengan lembaga konservasi internasional.

“Kami percaya konservasi tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kerja bersama, pertukaran pengetahuan, serta support teknologi dan skill agar upaya perlindungan satwa di Indonesia semakin kuat dan berkelanjutan,” tuturnya.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sebelumnya menekankan pentingnya kerjasama multipihak dalam memperkuat upaya konservasi di Indonesia. Tema HKAN 2026, “Konservasi Alam: Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia,” juga menegaskan pentingnya keterlibatan pemerintah, bumi usaha, lembaga konservasi, masyarakat dan mitra internasional dalam menjaga kekayaan alam Indonesia.

Salah satu corak kontribusi Vantara terhadap upaya konservasi di Indonesia adalah penyediaan lima unit Vantara Animal Ambulance. Ambulans unik satwa ini dirancang untuk mengevakuasi satwa liar dan memberikan penanganan medis awal, khususnya gajah. Kendaraan tersebut dilengkapi akomodasi unik untuk mendukung penanganan medis serta kerja tim master hewan di lapangan.

"Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat kapabilitas Indonesia dalam merespons kondisi darurat nan melibatkan satwa liar, terutama di wilayah terpencil dan susah dijangkau," terangnya.

Selain penyediaan animal ambulance, Vantara juga bakal mendukung upaya Indonesia dalam mencegah ancaman Elephant Endotheliotropic Herpesvirus (EEHV) pada gajah Sumatra melalui penyediaan vaksin EEHV sebagai langkah preventif.

Kolaborasi Vantara dengan Indonesia dalam bagian kesehatan gajah bukan merupakan perihal baru. Pada akhir 2025, Kementerian Kehutanan telah bekerja sama dengan Vantara dalam melakukan pemeriksaan kesehatan dan langkah-langkah pencegahan terhadap ancaman EEHV pada gajah Sumatera. Tim master hewan ahli gajah dari Vantara juga telah melakukan pemeriksaan awal serta mempelajari kondisi kesehatan dan kesejahteraan gajah di Indonesia.(E-2)

Selengkapnya