ilustrasi negara Palestina.(MI)
PEMERINTAH Pakistan menolak sikap Benjamin Netanyahu, kepala otoritas penjajah Israel, nan menentang pembentukan negara Palestina dengan menyatakan bahwa kedaulatan Palestina telah tertanam kokoh dalam norma internasional dan resolusi PBB.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Pakistan Tahir Andrabi, Rabu (12/8), mengatakan sikap Penjajah Israel untuk menolak menarik pasukannya dari Gaza bakal menjadi "kemunduran serius" bagi komitmen nan telah disepakati dalam kerangka Dewan Perdamaian (Board of Peace).
Terkait pernyataan terbaru Netanyahu nan menolak negara Palestina serta enggan menarik pasukan kolonialis Israel dari Gaza dan melanjutkan ke tahap kedua rencana perdamaian, Andrabi mengatakan Pakistan telah mencermati posisi penjajah Israel tersebut.
"Ini bakal menjadi kemunduran serius terhadap keputusan nan diambil dalam Board of Peace, lantaran pelucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan penjajah Israel dari Gaza merupakan dua komitmen nan saling berkaitan. Kami berambisi kolonialis Israel bakal mematuhi komitmen-komitmennya," kata Andrabi kepada wartawan di Islamabad.
Sebelumnya, Minggu (9/8), Netanyahu menolak arsip usulan Board of Peace nan berisi 15 poin, dengan menegaskan bahwa pasukan penjajah Israel tidak bakal ditarik dari Gaza sebelum senjata Hamas dilucuti sepenuhnya.
Terkait penolakan Netanyahu terhadap pembentukan negara Palestina, Andrabi mengatakan persoalan tersebut tidak berjuntai pada sikap seorang pemimpin penjajah Israel. "Adapun negara Palestina, perihal ini sesuai dengan norma internasional dan resolusi PBB," kata Andrabi.
Kenegaraan Palestina mempunyai legalitas internasional nan telah mapan, tambahnya. Andrabi pun berdasar bahwa pernyataan mengenai penolakan dari Netanyahu itu tidak bakal mengubah status norma maupun diplomatik mengenai persoalan tersebut. "Pernyataan nan bertentangan dengan legalitas internasional nan mapan ini tidak ada artinya," kata Andrabi.
Dia pun menyebut posisi Netanyahu merupakan pandangan pribadi nan dengan tegas ditolak Pakistan. Pakistan secara konsisten menyerukan pembentukan negara Palestina nan merdeka berasas perbatasan sebelum 1967, dengan Yerusalem Timur nan diduduki sebagai ibu kotanya. (Ant/P-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·