Cegah Karhutla, Polres Purwakarta Siram Puluhan Hektare Lahan Kering

54 menit yang lalu 4
Cegah Karhutla, Polres Purwakarta Siram Puluhan Hektare Lahan Kering Penyiraman lahan kosong nan mulai kekeringan nan dapat menimbulkan kebakaran lahan dan hutan.(Dok. MI)

GUNA mengantisipasi potensi kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan kian meningkat di musim kemarau, Polres Purwakarta melakukan langkah proaktif dengan menyiram puluhan hektare lahan kering di area Kampung Tabrik, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (12/8/2026).

Kondisi lahan nan dipenuhi rumput ilalang dan pepohonan nan mulai mengering menjadi perhatian serius kepolisian. Selain rawan terbakar, kondisi vegetasi nan kering dapat membikin api merambat dengan sangat sigap jika terjadi pembakaran alias muncul sumber api sekecil apa pun.

Petugas di lapangan menyisir area kebun dan lahan kosong untuk membasahi permukaan tanah serta tanaman nan mengering. Langkah ini diambil sebagai corak antisipasi awal di tengah cuaca ekstrem nan condong kering di wilayah Jawa Barat.

Kapolres Purwakarta, AKBP Febri Nurzam, menegaskan bahwa pencegahan merupakan kunci utama dalam menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau. Menurutnya, membasahi area nan berpotensi mudah terbakar adalah upaya meminimalisir akibat sebelum musibah terjadi.

"Kondisi lahan nan kering membikin api lebih mudah menyebar. Karena itu, kami melakukan langkah pencegahan dengan membasahi area nan berpotensi mudah terbakar sekaligus membujuk masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungannya," ujar Febri.

Selain melakukan penyiraman, Polres Purwakarta juga memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar agar tidak melakukan aktivitas nan memicu munculnya api. Masyarakat dilarang keras membakar sampah alias membersihkan lahan dengan langkah dibakar, lantaran tindakan tersebut sangat berisiko di tengah kondisi angin kencang dan cuaca panas.

Febri mengimbau penduduk agar tidak meremehkan sumber api sekecil apa pun dan segera melapor jika menemukan indikasi kebakaran. "Jangan membakar sampah alias membuka lahan dengan langkah dibakar. Jika memandang titik api alias kepulan asap di area lahan dan hutan, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sebelum api meluas," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tanggung jawab pencegahan karhutla bukan hanya berada di pundak kepolisian, melainkan memerlukan peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lahan dari material nan mudah terbakar.

"Langkah penyiraman ini adalah bagian dari komitmen Polres Purwakarta untuk datang lebih awal sebelum musibah terjadi, sekaligus membujuk masyarakat membangun kepedulian terhadap lingkungan selama musim kemarau," pungkas Febri. (H-3)

Selengkapnya