Pancing Investor Asing untuk Masuk PFII

13 jam yang lalu 3
Pancing Investor Asing untuk Masuk PFII ilustrasi investasi.(MI)

DIREKTUR Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Esther Sri Astuti mengatakan, akomodasi unik bagi para penanammodal asing kudu diberikan untuk menarik mereka masuk dan berinvestasi pada Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).

"Memperdalam pasar finansial di Indonesia. Meningkatkan likuiditas domestik, ragam instrumen, serta memperkuat daya saing regional melawan pusat finansial lain," kata Esther saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (18/8).

Menurut dia, untuk menggaet para penanammodal pemerintah perlu memberikan akomodasi unik bagi mereka, agar tertarik dan mau berinvestasi di PFII. Ia menjelaskan bahwa PFII kudu dapat bersaing dengan pusat finansial lainnya nan sudah lama berdiri, untuk itu pemerintah dapat memberikan kemudahan berinvestasi, keringanan pajak, serta kepastian hukum.

"Fasilitas unik dan keringanan pajak dirancang untuk memikat biaya asing dan manajer investasi agar masuk ke Indonesia," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa potensi nan dimiliki Indonesia kudu ditawarkan dengan baik, agar dapat menarik sebanyak-banyaknya penanammodal dari luar negeri. Esther menjelaskan bahwa ekonomi hijau, ekonomi syariah dan transformasi industri nasional dapat dijadikan salah satu daya pikat bagi para investor.

Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyebut respons penanammodal dan pengelola kekayaan family (family office) dari Asia nan ditemui pihaknya terhadap pengembangan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) sejauh ini positif.

Ia mengatakan pertemuan dengan penanammodal dan family office tersebut digelar di Nusa Dua, Bali. Pihaknya mengundang 70 pihak dari Asia, sedangkan nan datang mencapai 110. “Kita undang ada 70 untuk Asia tapi nan datang sampai 110 dan response-nya alhamdulillah boleh saya sampaikan sebetulnya sangat positif,” kata Rosan dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Jumat (14/8).

Meski demikian, dia mengatakan penanammodal dan family office tersebut mau memandang struktur dan format PFII nan sesuai dengan standar dunia. (Ant/P-3)

Selengkapnya