ilustrasi support terhadap kemerdekaan Palestina.(MI)
PRESIDEN Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzzammil Yusuf, menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Negara Palestina untuk Republik Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari, di instansi Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS, Jakarta (28/7). Pertemuan kedua tokoh tersebut berjalan dalam suasana hangat, akrab, dan penuh rasa persaudaraan.
Dalam keterangannya usai pertemuan, Almuzzammil menyampaikan apresiasi nan tinggi atas upaya proaktif Kedutaan Besar Palestina di Indonesia nan terus merajut sinergi dan kerjasama dengan beragam komponen bangsa, termasuk partai politik.
"Kami menyambut senang kehadiran Duta Besar Abdalfatah beserta rombongan di instansi DPTP PKS. PKS mengapresiasi langkah beliau nan terus menjalin kerjasama dengan beragam komponen untuk mendukung kemerdekaan Palestina. Bahkan, beliau menyampaikan bahwa instansi PKS adalah instansi partai pertama nan beliau kunjungi sejak mulai menjabat pada Januari 2026 lalu. Tentu sebuah kehormatan bagi family besar PKS," ujar Almuzzammil dalam rilis resminya.
Dalam obrolan nan hangat tersebut, Almuzzammil juga menyampaikan komitmen perjuangan PKS untuk Palestina nan baru saja dikukuhkan melalui Musyawarah ke-III Majelis Syura (MMS).
"Kepada Duta Besar, kami sampaikan bahwa perjuangan untuk Palestina adalah keputusan resmi partai. Salah satu putusan Musyawarah ke-III Majelis Syura (MMS) PKS nan baru saja kami gelar pada 25–26 Juli 2026 secara unik mengamanatkan untuk mendorong pemerintah, parlemen, dan seluruh komponen bangsa agar lebih aktif lagi memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Ini adalah petunjuk UUD NRI Tahun 1945 nan kudu kita kawal bersama," tegasnya.
Lebih lanjut, Almuzzammil menjabarkan bahwa komitmen PKS dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina tidak bakal pernah surut lantaran berpijak pada empat landasan nan sangat kokoh.
"PKS berkomitmen penuh untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina dengan empat landasan kokoh. Pertama, landasan konstitusional. Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 mengamanatkan bahwa kemerdekaan adalah kewenangan segala bangsa dan kolonialisme kudu dihapuskan," urai Almuzzammil.
"Kedua, landasan sejarah. Kita tidak boleh melupakan pidato Presiden Soekarno nan dengan lantang mengatakan bahwa selama bangsa Palestina tidak mempunyai kemerdekaan, selama itu Indonesia bakal berdiri menentang kolonialisme Israel. Ketiga, landasan ideologis, ialah penerapan dari sila kedua Pancasila, Kemanusiaan nan Adil dan Beradab. Dan keempat, landasan moral. Sebagai negara berpenduduk kebanyakan muslim terbesar, adalah tanggungjawab moral persaudaraan kita untuk berdiri memihak Palestina," tambahnya.
Mengakhiri keterangannya, Almuzzammil memastikan bahwa pintu PKS bakal selalu terbuka bagi rakyat Palestina dan PKS siap menjadi mitra strategis Kedutaan Besar Palestina dalam menggalang support untuk kemerdekaan Palestina. (Cah/P-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·