Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi, indeks SSTA (Sea Surface Temperature Anomaly alias Anomali Suhu Permukaan Laut) saat ini menunjukkan sedang terjadinya El Nino dengan intensitas sangat kuat.
Dalam Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian I Agustus 2026 nan dirilis BMKG hari ini, Kamis (13/8/2026), indeks SSTA di region Nino 3.4 secara dasarian (ENSO) bulanan adalah sebesar +2,77, naik dari posisi Juli 2026 nan ada di level +2,20.
Di saat bersamaan, hasil monitoring pada Dasarian I Agustus 2026 menunjukkan indeks IOD dasarian (indeks bulanan) sebesar +0,457, juga naik dari posisi Juli 2026 nan tercatat di level +0,242. Sebagai informasi, mengutip BMKG, kondisi IOD Positif bakal akan menyebabkan berkurangnya curah hujan di Indonesia.
BMKG menjelaskan, nilai anomali suhu muka laut di wilayah Samudra Pasifik timur (Nino3.4) di atas +2°C mengindikasikan intensitas El Nino berada pada kategori kuat. Selain itu, anomali suhu muka laut di Samudra Hindia bagian barat dan timur (yang ditunjukkan oleh indeks Indian Ocean Dipole/IOD) juga tetap pada rentang positif nan mengindikasikan suplai uap air condong bergerak dari Indonesia bagian barat menuju ke arah pesisir timur Afrika.
"BMKG memprediksi El Nino 2026 bakal memperkuat hingga awal 2027. IOD berkesempatan tetap berada pada fase Positif setidaknya hingga akhir 2026," tulis BMKG.
"Kombinasi kondisi tersebut menyebabkan musim tandus di wilayah Indonesia menjadi lebih kering dari normalnya," demikian mengutip rilis Potensi Hujan Sepekan BMKG untuk periode 11-17 Agustus 2026.
Hal itu, menurut BMKG, sejalan dengan prakiraan Dasarian II Agustus 2026, di mana curah hujan kategori rendah (<50mm/dasarian) diperkirakan mendominasi 95,62% wilayah Indonesia, sedangkan 4,38% lainnya berada pada kategori menengah. Hujan kategori rendah tersebut diprediksi terjadi di sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, hingga Papua.
Siaga Kekeringan
Karena itu, BMKG mengeluarkan Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis, bertindak untuk Dasarian II Agustus 2026.
Berikut pengelompokkan Peringatan Dini nan dirilis BMKG:
-
Waspada
Beberapa kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu, Sumatra Selatan, Kep. Riau, Bangka Belitung, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan
-
Siaga
Beberapa kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara
-
Awas
Beberapa Kabupaten/Kota di Provinsi, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.
Hari Tanpa Hujan Ekstrem Panjang
BMKG memperingatkan, di tengah kondisi El Nino saat melanda saat musim tandus seperti saat ini, hujan bakal semakin jarang.
Terlihat dari tidak adanya peringatan BMKG untuk prediksi curah hujan tinggi di seluruh wilayah Indonesia.
Yang terjadi saat ini justru wilayah-wilayah di Indonesia sekarang mengalami hari tanpa hujan (HTH) pendek sampai ekstrem panjang.
"HTH terpanjang selama 100 hari, terjadi di pos hujan BPP. Pajangan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta," tulis BMKG.
Tercatat, jumlah wilayah mengalami hari tanpa hujan panjang saat ini ada 109 Titik, HTH Sangat Panjang di 1.691 Titik, dan HTH Ekstrem Panjang melanda 333 titik di Indonesia.
Suhu Maksimum Harian Kategori Tinggi
Sementara, mengutip unggahan akun IG resmi BMKG, berikut info Rekapitulasi Pengamatan Suhu Maksimum Harian di Indonesia:
Stamet Mutiara Sis-Al Jufri: 36,4 °C
Stageof Lampung Utara: 36,2°C
Stamet Kalimaru: 36.1°C
Stamet Tanjung Harapan: 36,0°C
Stamet Maritim Pontianak: 35,6°C
Stamet Tebelian: 35,6°C
Stamet Pangsuma: 35,5°C
Stamet Tanah Merah: 35,5°C
Stamet Nangapinoh: 35,3°C
Stamet Sanggu: 35,3°C.
Kondisi suhu nan mencapai 36°C tersebut tergolong panas dan terik. BMKG mengimbau masyarakat siap siaga mengantisipasi akibat cuaca panas di musim tandus seperti sekarang.
"Memasuki musim tandus nan semakin mendominasi sejumlah wilayah Indonesia, masyarakat perlu mengantisipasi akibat cuaca panas dan kondisi udara nan lebih kering. BMKG mengimbau masyarakat untuk menggunakan pelindung alias tabir surya guna mengurangi paparan langsung sinar mentari serta menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama bagi nan beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, agar terhindar dari dehidrasi dan kelelahan," demikian imbauan BMKG.
"Seiring menguatnya kondisi kering, masyarakat dan pemerintah wilayah diimbau untuk menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan dan kebakaran rimba dan lahan. BMKG meminta masyarakat tidak membakar sampah alias membuka lahan secara sembarangan, terutama di area nan mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, dan hutan, serta segera melaporkan jika menemukan indikasi titik api (hotspot)," tegas BMKG.
BMKG konfirmasi terjadinya El Nino Sangat Kuat saat ini, Sumber: Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian I Agustus 2026 nan dirilis BMKG pada 13 Agustus 2026. (Dok. BMKG) Foto: BMKG konfirmasi terjadinya El Nino Sangat Kuat saat ini, Sumber: Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian I Agustus 2026 nan dirilis BMKG pada 13 Agustus 2026. (Dok. BMKG)
(dce/dce)
[Gambas:Video CNBC]

40 menit yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·