Partai Gelora Sentil Pengendalian Karhutla: Tak Perlu Menhut Kalau Cuma Urus Pemadaman

2 jam yang lalu 2

loading...

Upaya pemadaman karhutla oleh satgas darat di wilayah Kalimantan Tengah, Minggu (23/8/2026). Foto: Daops Manggala Agni Kalimantan III

JAKARTA - Kritis pedas dilontarkan Partai Gelora Indonesia terhadap keahlian Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni nan dianggap tidak mengerti dalam penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di beragam wilayah di Indonesia, terutama di Sumatera dan Kalimantan. Partai nan dipimpin Anis Matta tersebut menilai Menhut lamban dalam penanganan awal karhutla, apalagi terkesan tidak mengetahui gimana langkah mencegah terjadinya karhutla agar tidak melebar ke mana-mana, seperti mencegah terjadinya banjir bandang di Pulau Sumatera beberapa waktu lalu.

Sebab, musim tandus sudah dimulai pada bulan April dan puncaknya pada Agustus 2026, di mana Indonesia mengalami kejadian El-Nino Godzila, cuaca sangat ekstrem, sehingga mudah sekali untuk memandang titik apinya ada di mana saja. Sehingga mitigasi pencegahan karhutla sejatinya tidak memerlukan skema nan rumit lantaran sudah diketahui, apalagi saat ini sudah didukung teknologi canggih dan satelit nan bisa mendeteksi titik-titik api alias hospot dimana saja.

Berdasarkan info Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, luas lahan terbakar sudah mencapai 38.310,89 hektare sejak awal tahun ini hingga Juni 2026. Kobaran api ini terjadi di beragam wilayah, mulai dari Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, hingga Riau.

Baca juga: Karhutla Picu 13.449 Kasus ISPA, Kemenkes Kerahkan Ratusan Tenaga Kesehatan

"Kalau umpamanya sesudah kebakaran, ya itu hanya perlu pemadam kebakaran, tidak perlu seorang Menteri Kehutanan," sindir Ketua Bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup DPP Partai Gelora Rully Syumanda dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2028).

 Tak Perlu Menhut Kalau Cuma Urus Pemadaman

Selengkapnya