Ilustrasi(MI/HO)
PENGURUS Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) terus mematangkan persiapan para atletnya (taekwondoin) menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Fokus utama saat ini adalah menggenjot jam terbang tiga atlet jagoan melalui serangkaian kejuaraan internasional guna mengejar posisi unggulan (seed) dalam arena olahraga terbesar di Asia tersebut.
Sekretaris Jenderal PBTI, Rafael Hotasi Siagian, mengungkapkan bahwa persiapan ini telah dirancang sejak jauh hari. Setidaknya terdapat lima agenda uji coba lintas negara nan kudu dilalui para atlet untuk mengumpulkan poin ranking dunia.
“Mereka memang sudah dipersiapkan sejak lama. Total ada sekitar lima agenda uji coba, mulai dari Spanyol, Korea Selatan, Inggris, Indonesia, hingga Vietnam. Selain menambah pengalaman, semuanya juga untuk mengejar poin ranking agar posisi unggulan mereka kelak bagus,” ujar Rafael saat ditemui di Jakarta, Senin (27/7).
Tiga Atlet Andalan dan Peta Persiapan
PBTI telah menetapkan tiga nama nan diproyeksikan tampil di Jepang. Mereka adalah Muhammad Bassam Raihan, Arya Danu Susilo, dan Andi Sultan Altaf Mirza. Nama terakhir masuk menggantikan Muhammad Rizal nan terpaksa tidakhadir akibat cedera.
Berikut adalah profil singkat dan prestasi para atlet nan dipersiapkan:
| Muhammad Bassam Raihan | Kyorugi Putra (-68 kg) | Emas British Taekwondo International Open 2026 (Kelas 63 kg) |
| Arya Danu Susilo | Kyorugi Putra (-80 kg) | Emas SEA Games Thailand 2025, Perak China Open 2025 |
| Andi Sultan Altaf Mirza | Poomsae Putra | Emas Poomsae Freestyle Putra PON Aceh-Sumut 2024 |
Uji Coba di Kandang Sendiri
Setelah merampungkan turnamen di Spanyol, Chuncheon Terbuka di Korea Selatan, dan British Terbuka di Inggris, para taekwondoin Indonesia bakal menghadapi tantangan di rumah sendiri. Mereka dijadwalkan bertanding dalam 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 nan bakal digelar di Indoor Tennis Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 1–5 Agustus mendatang.
Kejuaraan ini mempunyai nilai strategis lantaran berstatus World Taekwondo Grade G2. Dengan partisipasi 478 atlet dari 36 negara, arena ini menjadi kesempatan emas bagi atlet nasional untuk menguji keahlian melawan beragam karakter musuh internasional tanpa kudu berjalan ke luar negeri.
Strategi Peringkat
Rafael menekankan bahwa perbaikan posisi unggulan sangat krusial dalam turnamen besar seperti Asian Games. Dengan ranking nan lebih baik, atlet Indonesia diharapkan dapat terhindar dari lawan-lawan handal di fase awal kompetisi.
“Kami mau mendapatkan posisi unggulan nan baik sehingga saat pengundian kelak tidak langsung berjumpa lawan-lawan dengan ranking teratas,” tambahnya.
Sebagai penutup rangkaian persiapan, setelah Indonesia Open, ketiga atlet tersebut bakal bertolak ke Vietnam untuk menjalani uji coba terakhir sebelum berkompetensi di Asian Games Aichi-Nagoya nan dijadwalkan berjalan pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. (Ant/Z-1)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·