Pecah Kongsi! Todd Boehly Siap Jual Sahamnya dan Tinggalkan Chelsea

1 jam yang lalu 2
Pecah Kongsi! Todd Boehly Siap Jual Sahamnya dan Tinggalkan Chelsea Todd Boehly (kanan)(HENRY NICHOLLS / AFP)

KETUA klub Todd Boehly berbareng kepala Mark Walter dilaporkan sedang menjajaki opsi untuk menjual seluruh saham mereka di Chelsea kepada pemilik kebanyakan klub, Clearlake Capital.

Langkah ini diambil setelah munculnya keretakan hubungan di internal grup pemilik nan mulai tercium sejak 2024. Perselisihan tersebut memicu kedua kubu untuk saling membeli saham demi menguasai kontrol klub secara penuh.

Namun, berita terbaru menyebut bahwa Clearlake Capital, firma ekuitas nan memegang 61,5% saham kebanyakan di bawah komando Behdad Eghbali dan Jose E. Feliciano, sekarang berada di posisi terdepan untuk membeli porsi saham milik para mitra minoritasnya.

Sesuai valuasi klub nan ditaksir mencapai £5 miliar (sekitar Rp120 triliun), Boehly dan Walter nan masing-masing mengantongi 12,8% saham diperkirakan bakal meraup biaya segar sekitar £640 juta (sekitar Rp15 triliun) dari transaksi ini. Sementara itu, nasib 12,8% saham milik miliarder Swiss, Hansjorg Wyss, nan selama ini berkawan dengan Boehly, tetap belum dipastikan.

Langkah lepas saham ini bertepatan dengan dinamika upaya Mark Walter di Amerika Serikat. CEO Guggenheim Partners tersebut baru saja menjual klub NBA Los Angeles Lakers senilai $12,5 miliar, sekaligus menghadapi pemeriksaan dari jaksa federal AS dan SEC mengenai kerajaan bisnisnya.

Pergeseran Kekuasaan dan Konflik Proyek Stadion

Potensi hengkangnya Todd Boehly menandai titik kembali dari berkurangnya pengaruh sang pengusaha di Stamford Bridge. Sejak memimpin konsorsium saat mengambil alih klub dari Roman Abramovich senilai £2,3 miliar pada 2022, posisi Boehly pelan-pelan tergeser. Sesuai kesepakatan awal, masa kedudukan Boehly sebagai Chairman Chelsea juga bakal berhujung musim ini untuk digantikan oleh perwakilan pilihan Clearlake.

Sejak 2023, kendali operasional dan kebijakan transfer pemain Chelsea praktis dipegang oleh Behdad Eghbali. Perubahan style kepemimpinan ini turut diwarnai eksodus sejumlah pelaksana senior klub dalam dua tahun terakhir.

Di kembali layar, pemicu utama perseteruan kedua kubu diyakini berasal dari perbedaan visi mengenai masa depan markas Chelsea. Meski Boehly maupun Clearlake sama-sama sepakat untuk meninggalkan Stamford Bridge, mereka terlibat silang pendapat nan cukup tajam mengenai skema kreasi dan skala pembangunan stadion baru.

Meskipun beberapa pihak internal mencoba menepis rumor keretakan dengan memamerkan kebersamaan para bos saat mendukung tim di final Piala FA, sinyal perpisahan ini sebenarnya sudah tersirat dari pernyataan Boehly beberapa waktu lalu.

"Kami kudu berpikir jangka panjang. Kami punya kesempatan besar dalam pengembangan stadion nan kudu dimatangkan. Di sinilah kami bakal menentukan apakah bakal tetap sejalan alias akhirnya mengambil jalan masing-masing," ungkap Boehly.

Hingga saat ini, pihak Chelsea maupun perwakilan dari Boehly, Walter, dan Clearlake Capital tetap memilih tutup mulut dan menolak memberikan komentar resmi atas berita penjualan saham tersebut.

(BBC/P-4)

Selengkapnya