Pekerja Migran Indonesia Diminta tak Pilih Kamboja sebagai Tempat Bekerja

1 jam yang lalu 2
Pekerja Migran Indonesia Diminta tak Pilih Kamboja sebagai Tempat Bekerja PELEPASAN: Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Perempuan, Abdul Muhaimin Iskandar, didampingi Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, secara simbolis melepas calon PMI di Pancaniti Komplek Pendopo Cianjur, Selasa (4/8).(MI/Benny Bastiandy)

PEMERINTAH meminta Pekerja Migran Indonesia (PMI) tidak menjadikan Kamboja sebagai tujuan bekerja. Pasalnya,  di negara tersebut banyak terjadi kasus pemanfaatan tenaga kerja nan menakut-nakuti keselamatan.  Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Cak Imin mengaku sengaja datang ke Kamboja untuk mengecek kondisi riil di negara tersebut. 

"Jangan mudah tergiur bekerja di Kamboja. Kita kasih warning, Kamboja banyak terjadi eksploitasi. Saya kemarin terbang ke sana (Kamboja). Saya cek satu per satu. Negaranya lebih miskin dari kita Kamboja itu. Jangan pergi ke sana deh," kata Muhaimin di sela-sela aktivitas pembekalan dan pelepasan 337 calon PMI Kabupaten Cianjur di Pancaniti, Selasa (4/8). 

Cak Imin mengingatkan agar pekerja migran Indonesia mematuhi imbauan itu sebagai upaya agar tak kembali terjadi praktik tindak pidana perdagangan orang (TPPO) nan dialami calon PMI.

"Nanti negara-negara nan di-warning bakal kita sampaikan lagi," ujarnya.

Cak Imin membujuk semua pemerintah di semua tingkatan agar mengubah tenaga kerja migran menjadi lebih berbobot dan punya keterampilan.

"Mereka, anak-anak muda nan jadi kebanggaan merah putih. Mereka tidak hanya sekadar bekerja, tapi meningkatkan kapasitas, menambah pengalaman, meningkatkan skill. Setelah tiga tahun, mereka lah nan kelak bisa membangun Kabupaten Cianjur dan Indonesia ke depan," tegasnya. (H-4)

Selengkapnya