ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNN Indonesia --
Manajer Timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengungkapkan kebenaran mengejutkan di kembali kesuksesan timnya lolos semifinal Piala Dunia 2026.
Gelandang jagoan The Three Lions, Declan Rice, rupanya sempat terbaring sakit di tempat tidur selama tiga hari berturut-turut sebelum laga perempat final kontra Norwegia, Minggu (12/7) awal hari lalu.
Kendati kondisi fisiknya sedang drop akibat diserang penyakit, bintang Arsenal tersebut tetap memaksakan diri tampil sebagai starting XI dalam laga melelahkan di Hard Rock Stadium, Miami, Amerika Serikat (AS).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, akibat kondisinya nan tidak prima, Rice akhirnya digantikan oleh rekan setimnya di Arsenal, Eberechi Eze, tepat saat jarak babak pertama.
Rice terlihat sangat tidak nyaman menggalang lini tengah Inggris di tengah cuaca panas menyengat Florida. Efeknya, Inggris sempat kewalahan di awal laga dan tertinggal lebih dulu oleh gol pemain Norwegia, Andreas Schjelderup.
Beruntung, Jude Bellingham sukses menyamakan kedudukan sesaat sebelum turun minum, sebelum akhirnya mencetak gol kemenangan di babak perpanjangan waktu untuk menantang Argentina di semifinal pada tengah pekan ini.
Dalam konvensi pers pascalaga, Tuchel membeberkan argumen mendalam di kembali keputusannya menarik keluar salah satu pemain paling krusialnya tersebut di awal babak kedua.
"Kami mempunyai beberapa pemain nan sangat tersiksa dengan cuaca panas hari ini," ucap Thomas Tuchel. "Ezri Konsa adalah salah satunya, dia mengalami kram dan masalah pada otot hamstring," sambungnya, seperti dilansir 101 Great Goals.
"Sementara untuk Declan, kami mengambil keputusan di masa jarak babak pertama untuk bermain lebih menyerang, melakukan sedikit perubahan ke arah skema ofensif," tambahnya.
Pelatih asal Jerman itu mengakui bahwa keputusan menarik Rice sudah bulat saat Inggris dalam posisi tertinggal 1-0. Gol penyeimbang Bellingham di masa injury time babak pertama sama sekali tidak mengubah keputusan taktis nan telah dia rancang.
Sebelum diserang penyakit misterius menjelang laga perempat final, Rice sebenarnya sudah kudu berjuang menahan rasa sakit akibat masalah saraf nan memengaruhi otot hamstring dan punggung bawahnya sepanjang turnamen di Amerika Utara ini.
Meskipun sempat memaksakan diri ikut latihan ringan pada H-1 pertandingan, Tuchel sadar betul bahwa mustahil bagi Rice untuk bermain penuh selama 90 menit, apalagi jika laga bersambung ke babak extra time.
"Kami kudu memilih antara menarik keluar Elliot [Anderson] alias Declan. Mengetahui kebenaran bahwa Declan sangat menderita selama tiga hari terakhir di mana dia menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat tidur, saya tahu dia tidak bakal kuat bermain 90 menit," ungkap eks pembimbing Bayern Munich itu.
"Ada kemungkinan laga ini melangkah hingga 120 menit. Saya tidak mau menyia-nyiakan slot pergantian pemain lagi di waktu kritis. Jadi, keputusannya adalah menarik Declan keluar lebih sigap dari nan seharusnya, murni untuk menghemat slot pergantian pemain di fase akhir pertandingan," pungkas Tuchel.
Hingga babak perempat final usai, Declan Rice tercatat telah menjadi starter dalam lima dari enam pertandingan nan dilakoni Inggris di Piala Dunia 2026. Satu-satunya laga di mana dia diistirahatkan adalah saat Inggris menang atas Panama di fase grup.
(wiw/rhr)
Add
as a preferred source on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·