Jakarta, CNN Indonesia --
Pelatih timnas Timor Leste, Ze Pedro, bakal menegakkan pemisah nan jelas antara bermain keras dan bermain kasar saat melawan Timnas Indonesia pada laga Piala AFF 2026.
Pedro menilai sepak bola adalah olahraga bentuk nan berpotensi menghadirkan duel fisik. Pelatih asal Portugal itu juga menginginkan para pemain berani berduel berebut bola, namun itu bukan berfaedah Timor Leste bakal bermain kasar melawan Indonesia.
"Saya tidak bakal mengizinkan permainan kasar nan berlebihan di tim saya, sama sekali tidak, tetapi saya juga bakal menyampaikan kepada para pemain saya bahwa dalam duel perseorangan mereka kudu berani tampil dan membikin perbedaan," ucap Pedro dalam konvensi pers jelang pertandingan nan berjalan Kamis (30/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan pemain nan pernah malang melintang di klub-klub Portugal tersebut juga menegaskan tidak bakal menjadikan pertandingan Timor Leste vs Indonesia sebagai duel tinju.
"Tentu ini bakal menjadi pertandingan nan spesial, namun nan utama kami mau menyajikan tontonan nan bagus dan agar tim terus berkembang."
"Namun ini bukan tinju, ini sepak bola, dan kami bakal berupaya bermain sepak bola. Saat memegang bola alias tidak, kami bakal mencoba tampil handal dan keras, tetapi tanpa niat jahat," tuturnya.
Timor Leste sudah menelan kekalahan dari dua pertandingan, melawan Vietnam dan Singapura. Lantaran kebobolan sembilan kali dari dua pertandingan tersebut, skuad berjuluk O Sol Nascente alias Matahari Terbit itu ada di dasar klasemen Grup A.
Kendati demikian, hingga sekarang Timor Leste tetap punya kans menambah poin dari dua laga nan bisa menghidupkan asa keluar dari posisi ahli kunci.
Timor Leste sudah ikut Piala AFF dalam empat edisi, ialah pada 2004, 2018, 2020, dan 2024. Dalam tiap keikutsertaan, Timor Leste selalu mengakhiri turnamen dengan status tim ahli kunci.
(nva/nva)

1 jam yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·