Kebakaran rimba di Prancis.(Dok. ANTARA/Anadolu/Mohamad Salaheldin Abdelghani Alsayed)
INSIDEN mengerikan terjadi di tengah kebakaran hutan dahsyat nan melanda wilayah barat daya Prancis. Sejumlah peluru meriam sisa-sisa Perang Dunia II nan tersimpan di sebuah penyimpanan terbengkalai di komune Le Porge meledak akibat suhu panas ekstrem dari kobaran api.
Laporan radio Franceinfo, nan mengutip Walikota Le Porge, Martial Zaninetti, menyebut bahwa ledakan tersebut terjadi saat kebakaran rimba Prancis nan tepatnya melanda wilayah Gironde. Meski penyimpanan tersebut sudah lama ditinggalkan, material peledak di dalamnya rupanya tetap aktif dan sangat sensitif terhadap panas.
Berdasarkan info nan dihimpun, sekitar 100 ledakan terdengar selama kebakaran nan melanda area tersebut pada periode 23-24 Juli 2026. Walikota Zaninetti mengungkapkan bahwa awalnya penduduk dan petugas mengira bunyi ledakan tersebut berasal dari tabung gas nan terbakar.
Dampak Ledakan dan Evakuasi
Ledakan tersebut menyebabkan proyektil peluru meriam tersebar di area sekitar. Salah satu peluru dilaporkan melesat hingga menembus sebuah gedung tempat tinggal. Beruntung, hingga saat ini tidak ada laporan mengenai korban luka maupun jiwa akibat kejadian tersebut.
Saat ini, unit penjinak peledak telah diterjunkan ke letak untuk menyisir dan membersihkan area dari sisa-sisa peluru nan belum meledak namun tersebar akibat tekanan ledakan sebelumnya. Langkah ini diambil guna memastikan keamanan penduduk dan petugas pemadam kebakaran nan tetap bekerja di lapangan.
Kebakaran Hutan Belum Terkendali
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, pada Kamis (30/7/2026), menyatakan bahwa situasi kebakaran di Gironde tetap sangat kritis. Bagian depan api telah meluas hingga mencapai 240 kilometer dan statusnya tetap belum terkendali.
Kondisi ini diperparah oleh gelombang panas ekstrem nan melanda Eropa. Selain Prancis, negara-negara seperti Spanyol, Portugal, Italia, dan Yunani juga mengalami akibat terparah dari periode terpanas dalam beberapa tahun terakhir.
Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron pada 16 Juli 2026 telah memperingatkan bahwa negaranya sedang menghadapi gelombang kebakaran rimba musim panas tertinggi sejak berakhirnya Perang Dunia II. Insiden meledaknya amunisi tua ini menjadi pengingat rawan bakal warisan perang nan tetap tersembunyi di bawah ancaman perubahan iklim. (Ant/Sputnik.H-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·