ARTICLE AD BOX
Demonstrasi di Iran.(Al Jazeera)
PEJABAT tinggi Iran memanfaatkan pekan berkabung nasional atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei untuk mempertegas kembali komitmen mereka terhadap Poros Perlawanan (Axis of Resistance). Berdasarkan rangkaian pernyataan resmi dan foto nan dirilis Kementerian Luar Negeri serta media pemerintah Iran, Teheran melakukan serangkaian pertemuan diplomatik intensif dengan kelompok-kelompok sekutunya di kawasan.
Pertemuan Strategis dengan Delegasi Hizbullah
Muhammad Fneish, politikus Hizbullah nan berada dalam daftar hukuman Amerika Serikat, dilaporkan berjumpa dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Teheran pada 4 Juli, diikuti pertemuan dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf pada 5 Juli.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas tindakan Hizbullah terhadap Israel dan menyampaikan belasungkawa atas tewasnya sejumlah pemimpin dalam bentrok tersebut. Pihak Iran menekankan bahwa Hizbullah bakal terus menjalankan tugas Islam dan revolusioner mereka di dalam front perlawanan.
Selain itu, Araghchi juga menerima kunjungan Sheikh Ali Al-Khatib, Wakil Presiden Dewan Tinggi Islam Syiah Libanon. Dalam kesempatan itu, Menlu Iran menegaskan komitmen Teheran untuk mengakhiri agresi dan pendudukan rezim Zionis di Libanon.
Hamas dan Houthi Perkuat Aliansi
Dukungan terhadap Poros Perlawanan juga datang dari ketua Hamas. Muhammad Ismail Darwish, Ketua Dewan Syura Hamas nan berbasis di Qatar, terlihat datang dalam pertemuan di Teheran. Darwish menyatakan kepada jasa bahasa Arab CNN bahwa Iran tidak bakal pernah berbaikan dengan Amerika Serikat maupun mengakui kedaulatan Israel.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan Iran dalam menghadapi tekanan Amerika Serikat merupakan kemenangan bagi seluruh Poros Perlawanan dan umat Muslim.
Di sisi lain, perwakilan golongan Houthi dari Yaman, Mohammad al-Nuaimi, juga mengadakan pembicaraan dengan Mohammad Bagher Ghalibaf. Berdasarkan laporan instansi buletin Mehr, Al-Nuaimi menegaskan bahwa Houthi bakal tetap berada di 'parit nan sama' demi kepentingan umat Islam global.
Konteks Regional: Pertemuan-pertemuan ini berjalan di tengah ketegangan tinggi di Timur Tengah. Iran memosisikan diri sebagai pusat koordinasi bagi kelompok-kelompok perlawanan di Libanon, Palestina, dan Yaman.
Pernyataan kolektif dari para pemimpin ini menunjukkan bahwa meskipun Iran sedang dalam masa transisi kepemimpinan setelah wafatnya Khamenei, kebijakan luar negeri mereka terhadap proksi regional tetap tidak berubah dan justru semakin solid. (The Jerusalem Post/I-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·