Pemanfaatan Limbah Pertanian sebagai Sumber Energi Terbarukan terus Diperkuat

57 menit yang lalu 2
Pemanfaatan Limbah Pertanian sebagai Sumber Energi Terbarukan terus Diperkuat Para penerima penghargaan Forum Sinergi Inovasi Industri (FSII) Innovation Award 2026.(PLN EPI)

Penggunaan bioenergi untuk mendukung sektor pertanian terus diperkuat melalui pemanfaatan limbah dan residu pertanian sebagai sumber daya terbarukan. Langkah tersebut tidak hanya diarahkan untuk mendukung kebutuhan energi, tetapi juga membuka kesempatan pemanfaatan hasil samping pertanian agar mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi bagi masyarakat. Penguatan tersebut dilakukan dengan membangun ekosistem biomassa nan menghubungkan sektor pertanian dan daya melalui rantai pasok dari hulu hingga hilir. Petani, golongan tani, badan usaha, pemerintah daerah, serta beragam pemangku kepentingan dilibatkan untuk meningkatkan produksi, kualitas, dan keberlanjutan pasokan biomassa.

Upaya mengintegrasikan bioenergi dengan pemberdayaan sektor pertanian tersebut kemudian mendapat apresiasi melalui FSII Innovation Award 2026. Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Hokkop Situngkir meraih penghargaan Excellence Leadership in Energy Transition Through Biomass Acceleration Development Program atas kepemimpinannya dalam mendorong percepatan pengembangan biomassa untuk mendukung transisi daya nasional.

Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian The 12th Inagritech 2026-Indonesia International Agriculture Technology Expo berasas hasil observasi dan penilaian Forum Sinergi Inovasi Industri (FSII). Dalam arena tersebut, Hokkop menjadi salah satu tokoh nasional nan menerima FSII Innovation Award 2026-Agricultural Productivity for Food & Bioenergy berbareng sejumlah pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, akademisi, dan asosiasi.

Apresiasi tersebut diberikan atas upaya mendorong produksi dan penyerapan biomassa untuk mendukung program cofiring pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Pemanfaatan limbah serta residu pertanian sebagai bahan bakar pengganti dinilai bisa mempertemukan kepentingan sektor pertanian dan daya dalam satu rantai nilai.

Selain membantu memenuhi kebutuhan bahan bakar untuk pembangkit, pemanfaatan biomassa juga memberikan kesempatan bagi hasil samping pertanian nan sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal untuk menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

PLN EPI memperkuat pendekatan tersebut melalui pengembangan rantai pasok biomassa nan terintegrasi. Kemitraan dibangun berbareng petani, golongan tani, badan usaha, pemerintah daerah, serta beragam pihak mengenai untuk memastikan kesiapan biomassa dengan kualitas dan volume nan sesuai kebutuhan. Model tersebut sekaligus mendorong terbentuknya ekonomi sirkular di sektor pertanian. Limbah dan residu nan sebelumnya dipandang sebagai hasil samping dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku daya sehingga menghasilkan nilai tambah sekaligus mengurangi potensi limbah.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan penghargaan nan diterima Hokkop menjadi corak apresiasi terhadap kepemimpinan nan mendorong keterhubungan antara pengembangan bioenergi dan pemberdayaan sektor pertanian.

“Sektor pertanian tidak hanya berkedudukan menjaga ketahanan pangan, tetapi juga bisa menjadi bagian krusial dalam memperkuat ketahanan daya nasional. Melalui pemanfaatan limbah dan residu pertanian, PLN EPI terus membangun ekosistem biomassa nan memberikan nilai tambah bagi masyarakat, memperkuat rantai pasok daya primer, sekaligus mendukung percepatan transisi menuju daya nan lebih bersih dan berkelanjutan,” ujar Mamit.

Menurut Mamit, pengembangan biomassa memerlukan kerjasama lintas sektor agar dapat melangkah secara berkelanjutan. Pemerintah, bumi usaha, akademisi, asosiasi, dan masyarakat mempunyai peran dalam menciptakan penemuan sekaligus memastikan penerapannya memberikan faedah nyata di lapangan.

Kolaborasi tersebut sejalan dengan agenda modernisasi pertanian nan tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas pangan, tetapi juga mendorong pemanfaatan potensi pertanian sebagai sumber bahan baku daya terbarukan.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi PLN EPI untuk terus memperluas pengembangan ekosistem biomassa nasional. Ke depan, PLN EPI bakal terus memperkuat kemitraan dengan para petani, golongan tani, pemerintah daerah, serta pelaku upaya agar biomassa tidak hanya menjadi solusi daya terbarukan, tetapi juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan daya nasional,” imbuh Mamit.

Melalui pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan bakar biomassa untuk program cofiring PLTU, sektor pertanian dan daya dapat saling mendukung dalam membangun rantai nilai nan berkelanjutan. Pengembangan bioenergi tersebut diharapkan tidak hanya berkontribusi terhadap percepatan transisi daya menuju Net Zero Emissions (NZE), tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi hasil samping pertanian, membuka kesempatan pendapatan bagi masyarakat, serta memperkuat ketahanan daya nasional.

Selengkapnya