Pembangunan Gerai KKMP di Kota Tasikmalaya Tersandung Syarat Lahan 1.000 Meter

2 jam yang lalu 4
Pembangunan Gerai KKMP di Kota Tasikmalaya Tersandung Syarat Lahan 1.000 Meter Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kota Tasikmalaya, Zaenal Mutaqien(MI/KRISTIADI)

KOPERASI Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat sudah terbentuk di 69 kelurahan. Namun, dari jumlah itu, baru 15 koperasi nan mempunyai gerai.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kota Tasikmalaya, Zaenal Mutaqien mengungkapkan pembangunan gerai koperasi tetap tersendat lantaran terbentur syarat luas lahan nan susah dipenuhi di wilayah perkotaan.

Laju pembentukan koperasi di wilayahnya, paparnya, sudah melangkah bik, terbukti dengan sudah terbentuknya 69 koperasi. Sayangnya, nan sudah mempunyai gerai baru 15 koperasi.

"Pembangunan gerai koperasi terbentur syarat kudu berdiri di atas lahan 1.000 meter. Luasan ini susah dipenuhi di perkotaan," tambahnya.

Dia menambahkan dari 15 gerai kopersi, 11 di antaranya telah selesai dibangun. Sementara 4 lainnya tetap dalam proses.

Di perkotaan, lanjut dia, pembangunan gerai susah dilakukan lantaran keterbatasan aset milik pemerintah. Berbeda dengan di desa nan bisa menggunakan tanah kas desa nan biasanya mempunyai luas memadai.

"Ketentuan tersebut menjadi tembok tinggi bagi wilayah perkotaan, lantaran lahan nan serba terbatas. Pemerintah Kota Tasikmalaya telah mengusulkan kepada Kementerian Koperasi agar ada relaksasi kebijakan. Kami berambisi gedung milik pemerintah nan ada dapat dimanfaatkan sebagai gerai koperasi, tanpa kudu membangun gedung baru sesuai  prototipe nasional," katanya.

Dia mengungkapkan aset jejak instansi penyuluh pertanian, penyuluh family berencana, maupun gedung pemerintah lainnya sebenarnya layak digunakan sebagai gerai koperasi.

Usulan Pemkot Tasikmalaya kabarnya mulai mendapat respons positif dari Kementerian Koperasi. Pemerintah pusat dikabarkan bakal mengevaluasi ketentuan penggunaan aset agar lebih elastis bagi wilayah perkotaan.

"Kami mengusulkan agar gedung nan sudah ada bisa dimanfaatkan dan tidak kudu mengikuti prototipe nan ditentukan. nan krusial kegunaan gerai, kantor, gudang, dan jasa lainnya tetap terpenuhi," pungkasnya.

Selengkapnya