Pemerhati Hukum Kritik Sayembara Rp100 Juta Cari Ijazah Gibran

2 jam yang lalu 3

loading...

Pemerhati Hukum Pidana Edi Saputra Hasibuan mengkritik sayembara berhadiah Rp100 juta untuk menunjukkan piagam original SMA milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Foto/Dok.SindoNews

JAKARTA - Langkah Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana membuka sayembara berhadiah Rp100 juta bagi siapa pun nan dapat menunjukkan piagam original SMA milik Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka dinilai tidak pantas. Langkah tersebut juga berpotensi menggeser persoalan norma menjadi arena opini publik.

Pemerhati Hukum Pidana Universitas Bhayangkara Jakarta Edi Saputra Hasibuan menilai, persoalan keabsahan piagam maupun etika tidak boleh serta-merta dijadikan dasar untuk mendesak Wakil Presiden Gibran mundur dari jabatannya. Menurut Edi, tuntutan pengunduran diri wakil presiden kudu mempunyai dasar norma dan konstitusional nan jelas, bukan dibangun dari sayembara, opini, ataupun tekanan politik.

Baca juga: Usut Dugaan Korupsi Transfer Pricing Toba Pulp Lestari, Kejagung Terus Kembangkan Penyidikan

“Kalau ada nan mempertanyakan keaslian ijazah, silakan dibuktikan melalui sistem norma nan berlaku. Jangan persoalan nan tetap berupa tuduhan alias perdebatan publik kemudian dijadikan dasar untuk meminta wakil presiden mundur,” ujarnya di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Selengkapnya