Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka izin penggunaan pesawat udara dengan registrasi asing untuk mendukung pemadaman kebakaran rimba dan lahan (karhutla) serta penanganan akibat bencana.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub sejauh ini telah memproses 35 izin unik penggunaan pesawat udara registrasi asing. Pesawat nan telah mengantongi izin tersebut juga dapat dipindahkan ke wilayah lain nan memerlukan penanganan karhutla.
"Yang telah memperoleh izin unik dapat dipindahkan (reposisi) ke letak lain nan terdampak musibah sesuai Keputusan Dirjen Perhubungan Udara nomor KP. 9 Tahun 2021 tentang Otorisasi Pengoperasian Pesawat Udara Asing," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa dalam keterangannya, Senin (24/8/26).
Di sisi lain, aspek keselamatan dan kelaikudaraan pesawat tetap menjadi perhatian pemerintah. Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara melakukan pengawasan serta sertifikasi, termasuk terhadap perubahan alias modifikasi pesawat nan dibutuhkan untuk operasi pemadaman karhutla.
"Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara juga melaksanakan kegunaan pengawasan dan sertifikasi terhadap aspek kelaikudaraan, termasuk andaikan terdapat modifikasi pesawat nan diperlukan untuk mendukung aktivitas operasional pemadaman karhutla," kata Lukman.
Setelah seluruh persyaratan teknis dan sertifikasi dipenuhi, aktivitas penerbangan selanjutnya menjadi tanggung jawab operator. Operasi tersebut tetap kudu mengikuti ketentuan serta otorisasi nan tercantum dalam Air Operator Certificate (AOC) masing-masing operator.
"Sementara itu, penentuan letak penempatan dan penyelenggaraan aktivitas pesawat dalam penanganan karhutla disesuaikan dengan kebutuhan penanganan musibah dan koordinasi pihak nan berwenang, antara lain BNPB/BPBD, pemerintah daerah, maupun lembaga alias pihak lain nan menggunakan alias menyewa pesawat tersebut," ujar Lukman.
Sementara itu, akibat karhutla juga mulai dirasakan sektor transportasi udara. Kabut asap di Kalimantan Barat sempat mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak.
"Kalbar juga kemarin di Supadio ada delay sejenak ya, ada kurang lebih 20 penerbangan," kata Guru Besar Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak sekaligus Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Gusti Hardiansyah dalam keterangannya, Senin (24/8/26).
(dce)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·