Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia menganggap pengembangan upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tanah air kudu belajar dari India.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto menjelaskan, ini lantaran India merupakan salah satu negara nan sukses memajukan sektor UMKM hingga menjadi salah satu fondasi utama pertumbuhan ekonominya.
"Jadi jika kita mau UMKM tumbuh, memang mau enggak mau kudu belajar ke India, lantaran India itu salah satu negara nan sukses mendorong UMKM-nya," kata Airlangga dalam paparannya di UMKM Finance Summit 2026 Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Selasa (11/8/2026).
Airlangga menjelaskan, UMKM di India sekarang tidak hanya memproduksi barang, tetapi juga sudah dapat menjaga pasar, sehingga perekonomian India lebih bergerak kencang. Meski dirinya juga tidak menapik konglomerat di India juga cukup banyak.
"Mereka tidak hanya memproduksi, tetapi gimana mereka bisa menjaga pasar, sehingga mereka semua bisa tumbuh walaupun ada nan konglomerat tinggi, tapi nan UMKM itu tetap bergerak," terang Airlangga.
Dengan terus bergeraknya UMKM di India, maka mereka turut membantu menopang ekonomi India, sehingga pertumbuhannya lebih kuat.
"Karena mereka bisa bergerak lebih, sehingga itu menjadi pedoman daripada perekonomian India," ujar Airlangga.
Sebagai informasi, berasas catatan Kementerian UMKM nan memanfaatkan info Survei Angkatan Kerja Nasional BPS per Agustus 2025, jumlah UMKM di Indonesia saat ini sebanyak 56,68 juta, condong turun dibanding catatan sebelumnya sekitar 64 juta unit usaha.
Mayoritas merupakan unit upaya mikro dengan jumlah 54,81 juta alias setara 96,8%. Selanjutnya berupa upaya menengah sebanyak 809.344 unit upaya ata 1,86%, dan sisanya upaya mini 1,05 juta alias setara 1,7%.
(arj/arj)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·