Pemilik Jaringan Mal Lippo dan Pakuwon Sepakat Bongkar Pagar Tinggi

52 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Dua pemilik jaringan pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia, Lippo Group dan Pakuwon Group, kompak menegaskan kondisi keamanan nasional tetap kondusif sehingga tidak ada kebutuhan memasang pagar tinggi di pusat perbelanjaan. Keduanya juga memastikan pemasangan pagar di beberapa mal bukan merupakan kebijakan perusahaan, melainkan inisiatif manajemen lokal.

Chairman Lippo Group James T. Riady mengatakan, seluruh mal milik Lippo memang pernah memasang pagar ketika Indonesia menghadapi kerusuhan pada masa lalu. Namun, pagar-pagar tersebut telah lama dibongkar setelah situasi keamanan kembali kondusif.

"Dulu semua mal memasang pagar ketika terjadi kerusuhan. Sekarang sudah tidak diperlukan lagi lantaran situasi sudah tenang," ujar James dalam keterangannya, dikutip Senin (3/8/2026).

James menegaskan, masyarakat tidak perlu cemas terhadap kondisi sosial maupun ekonomi nasional. Menurutnya, pemerintah sukses menjaga daya beli masyarakat melalui beragam kebijakan, seperti mempertahankan nilai BBM bersubsidi, tarif listrik rumah tangga bersubsidi, serta nilai LPG 3 kilogram (kg) di tengah kenaikan nilai daya bumi akibat bentrok geopolitik.

"Selama BBM subsidi tidak naik, LPG 3 kilogram tidak naik, dan tarif listrik rumah tangga bersubsidi tetap, tidak ada argumen masyarakat gelisah," sebutnya.

Ia menilai stabilitas tersebut tercermin dari keahlian industri pusat perbelanjaan nan justru sedang menikmati pertumbuhan kuat. Saat ini, kata James, permintaan ruang upaya dari tenant apalagi lebih besar dibandingkan kesiapan ruang di banyak mal.

Pagar besi tinggi nan sempat terpasang di depan Pusat Perbelajaan Kota Kasablanka (Kokas), Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, pada Senin (3/8/2026) sekarang sudah dibongkar. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Pagar besi tinggi nan sempat terpasang di depan Pusat Perbelajaan Kota Kasablanka (Kokas), Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, pada Senin (3/8/2026) sekarang sudah dibongkar. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Foto: Pagar besi tinggi nan sempat terpasang di depan Pusat Perbelajaan Kota Kasablanka (Kokas), Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, pada Senin (3/8/2026) sekarang sudah dibongkar. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

"Sekarang justru kekurangan ruang. Permintaan untuk membuka toko lebih besar daripada pasokan ruang di pusat perbelanjaan modern. Ini masa emas bagi upaya mal," kata James.

Melihat prospek tersebut, Lippo Group terus melakukan ekspansi. Saat ini perusahaan mengelola 71 mal dan 35 shopping center alias total 106 pusat perbelanjaan nan tersebar di lebih dari 29 kota di Indonesia. Menurut James, jaringan tersebut menguasai sekitar 25% ruang ritel modern nasional.

James menilai tingginya permintaan ruang upaya menjadi bukti kepercayaan pelaku upaya terhadap prospek ekonomi Indonesia tetap sangat kuat.

"Kami terus membuka pusat perbelanjaan baru lantaran permintaan sangat tinggi. Kalau situasi tidak aman, tentu para tenant tidak bakal berkompetisi membuka toko," tutur dia.

Ia kembali menegaskan, pemasangan pagar di beberapa letak hanyalah kasus nan berkarakter terisolasi (isolated cases) dan tidak mencerminkan kondisi industri pusat perbelanjaan secara keseluruhan. Kebijakan tersebut sepenuhnya merupakan keputusan manajemen lokal, bukan pengarahan pemilik perusahaan.

"Itu hanya inisiatif manajemen lokal, bukan kebijakan pemilik ataupun instansi pusat. Bahkan setelah dikonfirmasi, pagar seperti itu memang tidak diperlukan," tegas James.

Sementara itu, pendiri Pakuwon Group Alexander Tedja memastikan pagar nan sempat dipasang di Mal Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan, segera dibongkar.

Menurut Alex, pemasangan pagar tersebut merupakan keputusan manajemen lokal tanpa pengarahan dari pemegang saham maupun instansi pusat.

"Itu kebijakan manajemen lokal dan bakal segera dibongkar," kata Alex.

Ia juga mengatakan, rumor pagar mal sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Namun, menurutnya kondisi keamanan saat ini tetap kondusif sehingga tidak ada argumen untuk memasang pagar pembatas di pusat perbelanjaan.

Sebelumnya, pagar besi setinggi sekitar 2,5 meter nan sempat mengelilingi area luar Mal Kota Kasablanka telah dibongkar. Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia di lokasi, Senin (3/8/2026), pagar nan sempat berdiri nyaris sepekan itu sudah tidak terlihat lagi dan digantikan deretan traffic cone di sepanjang sisi luar mal.

Informasi nan diperoleh CNBC Indonesia menyebut proses pembongkaran dilakukan pada Sabtu (1/8/2026) malam.

Keberadaan pagar tinggi tersebut sebelumnya menjadi sorotan publik setelah foto dan videonya ramai beredar di media sosial. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kemudian meminta agar pagar tersebut dibongkar lantaran dinilai tidak perlu. Ia juga memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berbareng TNI, Polri, dan abdi negara mengenai telah berkoordinasi untuk menjaga situasi keamanan ibu kota tetap kondusif.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja, sebelumnya turut menjelaskan pemasangan pagar bukan dilakukan sebagai antisipasi kerusuhan. Menurutnya, pagar digunakan untuk mengatur akses keluar-masuk visitor sekaligus menjadi pembatas pengamanan bagi pusat perbelanjaan nan berada di sekitar letak nan kerap menjadi titik tindakan demonstrasi.

(wur) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya