Pemkab Berau Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Cegah Karhutla Meluas

59 menit yang lalu 3
Pemkab Berau Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Cegah Karhutla Meluas Bupati Berau Sri Juniarsih Mas (tengah-depan) berbareng pihak mengenai memantau pesawat nan bakal melakukan OMC.(Dok. Antara)

PEMERINTAH Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), resmi memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah strategis untuk menurunkan hujan buatan. Upaya ini dilakukan guna mencegah sekaligus memadamkan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan kian meluas di wilayah tersebut.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyatakan support penuh terhadap penyelenggaraan OMC ini. Pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan lembaga mengenai untuk memastikan operasi melangkah efektif.

"Operasi ini merupakan salah satu upaya pencegahan karhutla, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca panas dan kekeringan nan meningkatkan akibat kebakaran. Sementara upaya mitigasi di darat seperti edukasi dan penanganan langsung tetap berlangsung," ujar Sri Juniarsih di Tanjung Redeb, Selasa (25/8/2026).

Teknis Operasi dan Penaburan Garam

Operasi ini menggunakan pesawat Smart Cakrawala Aviation jenis Cessna 208 Caravan dengan nomor registrasi PK-SNP. Penerbangan perdana telah dilakukan pada Senin (24/8) malam melalui Bandara Kalimarau, Teluk Bayur. Pesawat mengudara pukul 20.46 WITA selama 99 menit untuk menabur garam di rute lokal area Berau sebelum kembali mendarat pukul 22.25 WITA.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau, Masyhadi Muhdi, menjelaskan bahwa OMC dijadwalkan berjalan selama lima hari, mulai Senin (24/8) hingga Jumat (28/8/2026). Targetnya adalah dua kali penerbangan penaburan garam setiap hari, alias total 10 kali penerbangan selama periode operasi.

Bahan semai nan digunakan adalah garam (NaCl) murni seberat satu ton nan dikemas dalam 50 karung. Tim nan bekerja terdiri dari pilot, co-pilot, dua flight scientist, serta dua petugas penabur garam.

Faktor Keberhasilan Hujan Buatan

Masyhadi menekankan bahwa keberhasilan OMC sangat berjuntai pada kondisi alam. Penaburan garam kudu memperhitungkan keberadaan awan Cumulonimbus nan sudah matang dan jenuh uap air agar reaksi menghasilkan hujan bisa lebih cepat.

"Proses dari semai hingga turun hujan memerlukan waktu antara 2 menit hingga 2 jam. Kami kudu jeli memperhitungkan kelembapan udara untuk daya serap air (higroskopis) serta arah dan kecepatan angin agar butiran air jatuh tepat di wilayah sasaran," jelas Masyhadi.

Data Karhutla Berau:

Hingga 24 Agustus 2026, tercatat telah terjadi 169 kejadian karhutla di Kabupaten Berau. Total luas lahan rimba maupun perkebunan nan gosong terbakar diperkirakan mencapai 386 hektare.

Langkah modifikasi cuaca ini diharapkan bisa menekan munculnya titik panas baru di tengah kondisi kekeringan ekstrem nan melanda Kalimantan Timur. (Ant/H-3)

Selengkapnya