Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (topi hitam rompi cokelat) berbareng Menko PMK Pratikno (topi hitam rompi hijau tua) saat berbincang dan menyerahkan support logistik kepada pengungsi terdampak gempa M 7,7 Flores di Lapangan Pendidikan Barangkolong, Kecamata(DOk BNPB)
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), memastikan support logistik untuk penduduk terdampak gempa bumi terus disalurkan dan tidak menumpuk di posko penanganan bencana.
Ketua Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes da Maga Bapa, mengatakan setiap support nan tiba di Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka langsung diproses untuk didistribusikan kepada masyarakat nan membutuhkan.
“Kami pastikan tidak ada penumpukan logistik di Posko BPBD Kabupaten Sikka. Setiap support nan masuk terus diproses untuk didistribusikan ke wilayah-wilayah nan membutuhkan,” kata Ketua Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka Margaretha Movaldes da Maga Bapa dalam keterangannya di Kupang, Selasa (18/8).
Menurut Margaretha, hingga Selasa (18/8), pengedaran support tetap berjalan dari Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik nan berada di Jalan Mawar, Perumnas Maumere.
Penyaluran logistik ke sejumlah wilayah telah dimulai sejak Minggu (16/8). Untuk masyarakat terdampak di Kecamatan Palue, support dikirim langsung oleh Bupati Sikka berbareng jejeran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sikka dan Tim PLN Flores Bagian Timur.
“Pendistribusian logistik sudah dilakukan sejak Minggu (16/8). Untuk wilayah Kecamatan Palue, support dibawa langsung oleh Bupati Sikka berbareng personil Forkopimda Kabupaten Sikka dan Tim PLN Flores Bagian Timur,” jelasnya.
Distribusi ke Pulau Palue dilakukan secara berkepanjangan untuk memenuhi kebutuhan dasar penduduk nan terdampak gempa, terutama masyarakat nan tetap memerlukan support selama masa tanggap darurat.
Selain Palue, Pemkab Sikka secara berbarengan menyalurkan support ke 20 kecamatan lainnya. Penyaluran di setiap wilayah dikoordinasikan dan dipimpin oleh ketua organisasi perangkat wilayah (OPD) sesuai wilayah serta tugas masing-masing.
“Distribusi secara serentak di 20 kecamatan lainnya dipimpin langsung oleh para ketua OPD. Prosesnya berjalan hingga sekitar pukul 03.00 Wita tadi pagi dan sampai saat ini tetap terus berlanjut,” katanya.
Bantuan Gempa Sikka Mencakup Pangan hingga Perlengkapan Pengungsian
Logistik nan disalurkan Pemkab Sikka mencakup beragam kebutuhan masyarakat terdampak bencana. Bantuan tersebut antara lain berupa bahan pangan, kebutuhan keluarga, perlengkapan pengungsian, serta kebutuhan kesehatan dan sanitasi.
Untuk mendukung penduduk nan berada di letak pengungsian, termasuk di Kecamatan Palue, pemerintah menyalurkan sejumlah perlengkapan. Bantuan itu terdiri atas lima unit tenda pengungsi berukuran 6 x 12 meter, 146 tenda family berukuran 4 x 4 meter berwarna oranye beserta terpal tenda, 200 kasur lipat, 400 tikar, dan 400 selimut.
Selain itu, disalurkan pula 300 paket sembako, 100 kids ware, 10 unit genset, 100 hygiene kit, lima water tank, tiga baterai light power, serta dua charger light power.
Pemkab Sikka Salurkan Air Minum untuk Warga Terdampak Erupsi
Penanganan musibah di Kabupaten Sikka tidak hanya berfokus pada akibat gempa bumi. Pemkab Sikka juga menyalurkan support untuk masyarakat nan terdampak musibah lainnya.
Hingga Senin (17/8), pemerintah telah mendistribusikan support air minum kepada penduduk Desa Kringa. Penyaluran dilakukan setelah sumber air masyarakat mengalami pencemaran akibat aktivitas erupsi Gunung Lewotobi.
Bantuan air minum tersebut ditujukan untuk menjaga kesiapan air nan kondusif dan layak bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Margaretha mengatakan koordinasi terus dilakukan antara Posko Komando Tanggap Darurat, BPBD, OPD, TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, serta beragam unsur terkait. Koordinasi tersebut diperlukan agar pengedaran support dapat melangkah cepat, tepat sasaran, dan merata.
"Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa bumi, khususnya penduduk nan tetap berada di letak pengungsian, dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat," ujarnya. (Ant/E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·