Pemkot Bandung Siapkan TPST Tegalega untuk Produksi Briket RDF

1 jam yang lalu 3
Pemkot Bandung Siapkan TPST Tegalega untuk Produksi Briket RDF Ilustrasi(Dok Diskominfo Kota Bandung)

PEMERINTAH Kota Bandung mendorong operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Tegalega agar tidak hanya menghasilkan Refuse Derived Fuel (RDF) curah. TPST Tegalega juga diharapkan bisa memproduksi briket RDF nan mempunyai nilai tambah dan potensi pemanfaatan lebih luas.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain Rabu (5/8) menyatakan, akomodasi pengolahan sampah di TPST Tegalega pada dasarnya telah terpasang. Namun, tetap terdapat sejumlah peralatan nan belum berfaedah secara optimal sehingga perlu melalui proses penyempurnaan sebelum dihibahkan kepada Pemerintah Kota Bandung.

"Peralatan ini merupakan pengadaan dari Kementerian PU dan nantinya bakal dihibahkan kepada pemerintah daerah. Namun, kami bakal menerima perangkat ini andaikan seluruh fungsinya sudah betul-betul optimal. Karena itu, saat ini tetap dilakukan proses 'commissioning' untuk memastikan semua sistem bekerja dengan baik," jelasnya.

Menurut  Iskandar, hasil pertimbangan menunjukkan terdapat beberapa peralatan nan perlu diperbaiki. Bahkan kemungkinan diganti, lantaran spesifikasi mesin nan tersedia belum sepenuhnya sesuai dengan karakter sampah nan diolah. Kondisi tersebut membikin kapabilitas produksi RDF belum maksimal. Meski demikian, dia memandang perkembangan positif dari proses commissioning nan sedang berlangsung. Salah satunya adalah keahlian menghasilkan briket RDF sebagai produk akhir, tidak hanya RDF curah berupa hasil pencacahan.

"Kalau produk akhirnya sudah berbentuk briket, nilai ekonominya tentu lebih menjanjikan. Briket ini bisa diterima oleh beberapa off-taker dan apalagi dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk jenis kompor tertentu nan digunakan pelaku UMKM," terangnya.

Iskandar menyebut, pengembangan produk turunan seperti briket menjadi langkah krusial untuk meningkatkan nilai tambah pengelolaan sampah. Di sisi lain, Pemkot Bandung juga tetap bakal memenuhi komitmen penyediaan RDF curah sesuai kerja sama nan telah melangkah dengan pihak industri. Apabila seluruh peralatan telah berfaedah optimal dan sistem pemilahan sampah melangkah dengan baik, TPST Tegalega diproyeksikan bisa mengolah hingga 25 ton sampah per hari.

"Targetnya sekitar 25 ton per hari. Bahkan jika seluruh sistem melangkah optimal dan sampah nan masuk sudah terpilah dengan baik, kapasitasnya bisa lebih dari itu," tandasnya.

Melalui optimasi akomodasi dan pengembangan produk berbobot tambah, kata Iskandar,Pemkot Bandung berambisi TPST Tegalega dapat menjadi salah satu model pengelolaan sampah nan tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menghasilkan produk nan berfaedah serta mempunyai nilai ekonomi. (AN/E-4)

Selengkapnya