Warga membeli air bersih dari tetangannya di Jatayu, Bandung, Jawa Barat, Jumat (26/6/2026).(ANTARA/RAISAN AL FARISI)
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung bakal mengupayakan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi penduduk di sekitar RTH Cihanja, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap. Meski area tersebut mempunyai mata air, penduduk di sekitarnya tetap menghadapi hambatan untuk mendapatkan akses air bersih.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan Rabu (19/8) menyatakan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh posisi permukiman penduduk nan berada lebih tinggi dibandingkan sumber mata air. Selain itu, kedalaman sumber air menjadi tantangan tersendiri untuk dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat.
"Harus diakui lantaran memang kedalamannya terlalu jauh, apalagi kadang-kadang sampai 100 meter. Meskipun terdapat mata air di area tersebut, tidak berfaedah sumber air itu dapat langsung dimanfaatkan oleh seluruh warga. Kondisi elevasi dan kedalaman menjadi hambatan tersendiri untuk mendistribusikan air ke permukiman," terangnya.
Karena itu kata Farhan, Pemkot Bandung saat ini tetap menggunakan sejumlah solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan air bersih penduduk di titik-titik nan dianggap paling krusial. Dan untuk titik-titik nan sudah sangat krusial masih dikirim tangki. Selain pengedaran air menggunakan tangki, Pemkot Bandung juga mengupayakan pembangunan sarana air bersih melalui program reses dan pokok-pokok pikiran (pokir) di letak nan memungkinkan untuk mendapatkan akses air bersih.
"Berbagai langkah tersebut tetap berkarakter sementara. Penyediaan jaringan air perpipaan melalui Perumda Air Minum menjadi solusi jangka panjang nan kudu dikembangkan. Jadi tidak boleh ada jangka panjang lain selain PDAM," tandasnya.
Menurut Farhan, untuk memperkuat pasokan air baku, Pemkot Bandung dan Indonesia Power tetap membahas mengenai rencana pengambilan air dari area Saguling dan Cirata. Selain itu pemkot Bandung juga tengah berupaya mendapatkan akses untuk menarik sekitar 3.500 liter air per detik dari sumber tersebut. Namun, proses tersebut tetap menghadapi pembahasan dengan pihak Indonesia Power.
"PDAM ini sekarang kita tetap tarik-menarik dengan Indonesia Power untuk bisa menarik 3.500 liter per detik dari Saguling dan Cirata. Indonesia Power-nya belum memberikan, jadi sembari menunggu solusi jangka panjang melalui penguatan sistem PDAM, Pemkot Bandung bakal tetap memenuhi kebutuhan penduduk dengan langkah-langkah sementara," imbuhnya.(H-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·