Pemkot Bontang Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

1 jam yang lalu 2
Pemkot Bontang Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis Rapat pertimbangan MBG di Pemerintah Kota Bontang(Dok. Diskominfo Kota Bontang)

PEMERINTAH Kota Bontang bergerak sigap merespons kejadian dugaan keracunan makanan nan menimpa sejumlah siswa di beberapa sekolah. Langkah tegas ini diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) nan digelar di Auditorium 3 Dimensi, Selasa (11/8) pagi.

Pertemuan strategis tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. Turut mendampingi Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Akhmad Suharto, Asisten Pemerintahan dan Kesra Dasuki, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Abdu Safa Muha, serta Kepala Dinas Kesehatan dr. Toetoek Pribadi Ekowati.

Rakor ini menghadirkan jejeran Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mahir gizi, serta Kepala Sekolah se-Kota Bontang. Fokus utama pertemuan adalah melakukan pertimbangan menyeluruh terhadap tata kelola dan sistem pengawasan pangan dalam program MBG nan sedang berjalan.

Dalam pengarahannya, Wakil Wali Kota Agus Haris menegaskan bahwa Pemkot Bontang meletakkan perhatian serius terhadap keselamatan dan kesehatan siswa. Ia menyatakan rakor ini digelar unik sebagai corak tanggung jawab pemerintah untuk mengusut tuntas penyebab kejadian serta mencegah kejadian serupa terulang kembali.

"Keselamatan anak-anak kita adalah prioritas utama. Kejadian keracunan di beberapa sekolah menjadi catatan pertimbangan nan sangat besar bagi kita semua. Hari ini kita duduk berbareng untuk membenahi seluruh alur, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan di dapur, hingga pengedaran di sekolah," tegas Agus Haris.

Agus Haris juga memberikan petunjuk keras kepada seluruh pihak nan terlibat, terutama penyedia makanan dan SPPG. Ia meminta agar standar keselamatan pangan (food safety) diterapkan secara ketat tanpa kompromi guna menjamin kualitas asupan gizi bagi para pelajar di Kota Bontang.

Hingga saat ini, pihak Dinas Kesehatan dan lembaga mengenai tetap melakukan pendalaman terhadap penyebab pasti keracunan. Evaluasi ini diharapkan menghasilkan SOP baru nan lebih ketat dalam pengawasan pengedaran makanan di lingkungan sekolah. (RO/Z-10)

Selengkapnya