Pemukim terlarangan Israel.(Al Jazeera)
MILITER Israel dilaporkan kandas dalam upaya untuk mengusir sekelompok pemukim di Tepi Barat nan diduduki pada Rabu (12/8). Para pemukim tersebut memblokade rumah-rumah penduduk Palestina selama berhari-hari di desa Qusra, sebelah selatan Nablus.
Pengepungan ini dimulai sejak Minggu, ketika sekelompok pemukim mendirikan tenda darurat di dekat permukiman penduduk Palestina. Aksi ini menyebabkan pasokan kebutuhan pokok terputus bagi penduduk nan terjebak di dalamnya.
"Kami tidak menerima makanan dan obat-obatan," ujar Qusai Abu Rida, salah satu penduduk Palestina nan terjebak di dalam rumahnya, saat dihubungi melalui telepon. Ia menambahkan bahwa dirinya hanya bisa mendapatkan aliran listrik berkah panel surya.
Intervensi Militer nan tidak Efektif
Pihak militer Israel sebenarnya mengecam tindakan para pemukim tersebut dan menetapkan letak itu sebagai area militer tertutup. Pada Rabu pagi, petugas sempat membongkar tenda nan digunakan para pemukim untuk menginap.
Dalam satu pernyataan, militer menyatakan bahwa pasukan keamanan sedang bekerja untuk mengevakuasi penduduk sipil (pemukim) nan berada di sana. Namun, laporan dari ahli foto AFP di lapangan menunjukkan bahwa hingga sore hari, meskipun tenda disingkirkan, para pemukim tetap memperkuat di letak tersebut dengan membawa bangku dan selimut.
"Tentara ditarik mundur dan sejauh ini kami tetap terkepung dengan para pemukim nan berada tepat di depan pintu kami," kata Abu Rida.
Eskalasi Kekerasan di Tepi Barat
Kekerasan oleh pemukim Israel terhadap penduduk Palestina di Tepi Barat berjalan selama bertahun-tahun, sering kali tanpa akibat norma nan jelas. Namun, beberapa bulan terakhir mencatat lonjakan serangan nan signifikan.
Militer Israel pada Selasa mengakui pihaknya menerima laporan mengenai pemukim nan memasuki dan mengambil alih rumah serta tanah penduduk Palestina di area tersebut. "Ini aktivitas ilegal, tercela, dan tidak dapat diterima nan merugikan masyarakat serta mengganggu kehidupan sehari-hari mereka," tulis pernyataan militer.
Selain itu, tindakan disipliner dilaporkan bakal diambil terhadap personel keamanan nan terekam kamera berada di letak tersebut beberapa hari sebelumnya tanpa melakukan tindakan pencegahan.
Konteks Wilayah:
- Israel telah menduduki Tepi Barat sejak 1967.
- Lebih dari 500.000 penduduk Israel tinggal di pemukiman nan dianggap terlarangan menurut norma internasional.
- Terdapat sekitar tiga juta penduduk Palestina nan tinggal di wilayah tersebut.
Berdasarkan info kementerian kesehatan Palestina nan dihimpun AFP, setidaknya 1.097 penduduk Palestina, termasuk milisi dan penduduk sipil, telah tewas oleh tentara alias pemukim Israel sejak dimulainya perang Gaza pada Oktober 2023. Di sisi lain, nomor dari pihak Israel menunjukkan setidaknya 48 penduduk Israel tewas dalam serangan Palestina alias operasi militer selama periode nan sama. (I-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·