Banjir besar akibat hujan lebat melanda Chili, menewaskan dua orang dan mengisolasi ribuan warga. Infrastruktur rusak, puluhan rumah hancur, serta jalan ambles.
Seorang wanita melintasi jalan nan tergenang banjir di Angol, Chili, Senin (3/8/2026), setelah angin besar membawa hujan deras ke wilayah tersebut. Cuaca ekstrem nan melanda wilayah tengah dan selatan Chili sejak akhir pekan menyebabkan banjir besar nan menewaskan sedikitnya dua orang dan memaksa ribuan penduduk mengungsi. Hujan juga memicu terbentuknya lubang besar di jalan hingga menelan sebuah mobil. (REUTERS/Juan Gonzalez)
Mengutip Reuters, Selasa (4/8/2026), di Angol, wilayah Araucania, polisi dan tentara menggunakan perahu untuk mengevakuasi penduduk nan terjebak akibat naiknya permukaan air. (REUTERS/Juan Gonzalez)
Komandan Satuan Tugas Husares Angkatan Darat Chili, Sebastian Aranki Padilla, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan otoritas pertahanan nasional untuk membantu masyarakat nan terdampak banjir. (REUTERS/Juan Gonzalez)
Sementara itu di Constitucion, wilayah Maule, sebuah jip terperosok ke dalam lubang besar. Banjir membikin jalan ambles dan "menelan" mobil tersebut. (Tangkapan Layar Video Reuters/)
Belum diketahui apakah kejadian ini menyantap korban jiwa alias tidak. (Tangkapan Layar Video Reuters/)
Sementara itu, Direktur Nasional Badan Pencegahan Bencana Chili (SENAPRED), Alicia Cebrian, mengatakan sistem angin besar tersebut telah berakibat pada sedikitnya 1.142 orang. Sebanyak 119 penduduk terpaksa mengungsi, sementara 6.243 orang lainnya terisolasi akibat akses nan terputus. (REUTERS/Juan Gonzalez)

2 jam yang lalu
5







English (US) ·
Indonesian (ID) ·