ARTICLE AD BOX
Indonesia disebut bakal membeli rudal BrahMos dan Astra dari India sekitar Rp11 triliun, memperkuat kerja sama pertahanan dalam kunjungan PM Narendra Modi.
Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi membuahkan 16 kerja sama antar dua negara nan dituangkan dalam perjanjian maupun nota kesepahaman. Pada sektor keamanan ada 3 perjanjian nan diteken, mulai dari keamanan maritim hingga perjanjian kerja sama sistem pertahanan rudal BrahMos. (Dok. Brahmos)
Seorang pejabat pemerintah India pada Selasa (7/7/2026) mengatakan Indonesia bakal menjadi negara ketiga nan menandatangani perjanjian pembelian rudal BrahMos nan diproduksi BrahMos Aerospace. Sebelumnya, sejumlah sumber India juga menyebut kesepakatan senilai sekitar US$630 juta itu kemungkinan bakal diteken selama kunjungan Modi ke Indonesia. (AP Photo/Gurinder Osan/File Foto)
BrahMos merupakan rudal jelajah supersonik hasil pengembangan berbareng India dan Rusia. Rudal berjenis fire-and-forget ini bisa melesat hingga kecepatan maksimum Mach 2,8 alias sekitar 3.458 km/jam dengan jangkauan hingga 290 kilometer. BrahMos membawa hulu ledak seberat 200 kilogram dan dapat diluncurkan dari beragam platform, mulai dari darat, laut, bawah laut, hingga pesawat tempur. (Dok. Brahmos)
Selain BrahMos, India juga bakal memasok rudal udara-ke-udara Astra nan mempunyai keahlian beyond-visual-range (BVR), sehingga bisa menyerang sasaran di luar jangkauan pandang. Rudal Astra dapat diintegrasikan dengan pesawat tempur Sukhoi nan dioperasikan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU). (AP Photo/Gurinder Osan/File Foto)
Paket kerja sama nan sedang dibahas juga mencakup prasarana pendukung, training operator, jasa pemeliharaan, dan support teknis untuk pengoperasian jangka panjang. Apabila terealisasi, kesepakatan ini bakal menjadi langkah krusial dalam memperluas ekspor industri pertahanan India sekaligus mempererat hubungan strategis dengan Indonesia. (AP Photo/Ajit Kumar/File Foto)
Sebelumnya, Indonesia telah mengumumkan rencana pengadaan BrahMos pada Maret lampau dengan nilai perjanjian awal diperkirakan US$200 juta hingga US$350 juta. Kini, nilai paket kerja sama disebut meningkat menjadi sekitar US$630 juta. Sebelum Indonesia, India telah mengekspor BrahMos ke Vietnam dan Filipina, sementara sejumlah negara lain juga dikabarkan berkeinginan mengakuisisi sistem rudal tersebut. (Dok. Brahmos)
source on Google

1 hari yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·