Pengerjaan Kawasan Gedung Sate Selesai Sebelum 17 Agustus 2026 dan Bisa Digunakan untuk Peringatan HUT RI.(Antara)
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat tengah memacu penyelesaian proyek penataan area ikonik Gedung Sate nan diintegrasikan dengan laman Lapangan Gasibu, Kota Bandung. Proyek ambisius ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada 10 Agustus 2026, tepat sebelum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Berdasarkan pantauan di lokasi, transformasi area pusat pemerintahan Jawa Barat ini sudah menunjukkan perubahan signifikan. Area laman nan sebelumnya sempat dibongkar total hingga rata dengan tanah, sekarang sebagian besar telah ditutup kembali. Hamparan taman hijau dan susunan paving block mulai membentuk wajah baru area nan lebih tertata dan terintegrasi.
Target Rampung Sebelum 17 Agustus
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa pengerjaan bentuk di lapangan terus dikebut agar dapat memenuhi tenggat waktu nan telah ditentukan. Saat meninjau letak pada Senin (3/8), dia memberikan pernyataan singkat namun tegas mengenai agenda penyelesaian proyek tersebut.
"10 Agustus selesai, 10 Agustus," ujar Dedi Mulyadi memastikan kesiapan area tersebut untuk digunakan dalam agenda kenegaraan mendatang.
Senada dengan Gubernur, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat, Adi Komar, menjelaskan bahwa progres penataan saat ini sudah memasuki tahap akhir. Fokus utama saat ini adalah memastikan area laman Gedung Sate siap digunakan sebagai letak upacara peringatan HUT RI.
"Sesuai nan disampaikan Pak Gubernur, progres penataan laman Gedung Sate ini ditargetkan sebelum 17 Agustus kudu selesai dan saat ini tetap berprogres. Secara bentuk sudah nyaris rampung, tinggal tahap finishing dan pembersihan di akhir," jelas Adi Komar.
Komitmen Lingkungan: Tanpa Penebangan Pohon
Salah satu rumor nan menjadi perhatian publik dalam penataan area berhistoris ini adalah keberadaan pohon-pohon besar nan menjadi paru-paru kota di sekitar Jalan Diponegoro. Menanggapi kekhawatiran tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi menjamin bahwa proyek integrasi ini tidak mengorbankan vegetasi nan ada.
Dedi memastikan tidak ada pembalakan pohon besar dalam proses konstruksi. Menurutnya, jika ada tanaman nan terdampak, itu hanyalah tanaman hias alias pohon berukuran sangat mini nan secara teknis memang perlu ditata ulang posisinya.
"Enggak, aman. Ada juga pohon mini segini," terangnya sembari memperagakan ukuran pohon mini dengan tangan untuk meyakinkan bahwa ekosistem hijau di Gedung Sate tetap terjaga.
Persiapan Upacara HUT RI ke-81
Integrasi laman Gedung Sate dan Gasibu ini bukan sekadar penataan estetika, melainkan juga fungsionalitas ruang publik. Setelah pengerjaan tahap utama selesai pada 10 Agustus, area ini bakal langsung dipersiapkan untuk menggelar upacara 17 Agustus.
Adi Komar menambahkan bahwa penggunaan laman Gedung Sate sebagai pusat upacara kemerdekaan tahun ini bakal menjadi momentum krusial setelah proses pembaharuan besar-besaran. Namun, dia juga mencatat bahwa pengerjaan tidak berakhir total setelah upacara usai.
"Nantinya upacara 17 Agustus bakal dilaksanakan di laman Gedung Sate. Setelah itu, pemerintah bakal kembali melanjutkan beberapa pengerjaan di area Gasibu, khususnya di area utara nan memang tidak digunakan untuk keperluan upacara," tutup Adi. (AN/I-1)
Checklist Kesiapan Kawasan Gedung Sate - Gasibu:
- Pemasangan paving block laman utama: Selesai
- Penataan taman dan vegetasi: Tahap Finishing
- Integrasi akses Jalan Diponegoro: Sedang Berlangsung
- Pembersihan area (Cleaning): Dijadwalkan 8-9 Agustus 2026
- Kesiapan tribun dan area upacara: Target 10 Agustus 2026








English (US) ·
Indonesian (ID) ·