Christopher LaNeve.(Dok Istimewa)
PENCALONAN Jenderal Christopher LaNeve sebagai Kepala Staf Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) sekarang berada dalam posisi terancam. Pilihan Menteri Pertahanan Pete Hegseth tersebut menghadapi penolakan keras dari Senator Iowa Joni Ernst dan sejumlah senator Republik lain.
Hegseth mendorong nominasi LaNeve, nan saat ini menjabat sebagai pelaksana tugas (Pjs) Kepala Staf Angkatan Darat sejak April lalu. Posisi tersebut kosong setelah Hegseth memecat Jenderal (Purn) Randy George secara mendadak. Namun, tanpa support bulat dari Partai Republik, nominasi LaNeve diprediksi tidak bakal lolos dari Komite Angkatan Bersenjata Senat.
Kurangnya Pengalaman Jadi Sorotan
Pemerintah AS sebenarnya bersiap mengusulkan nama LaNeve pada Mei lalu. Namun, rencana tersebut tertunda setelah Ketua Komite, Senator Roger Wicker, menyampaikan bahwa dia tidak mempunyai cukup bunyi untuk mengamankan persetujuan nominasi tersebut.
Kritik utama terhadap LaNeve, nan sebelumnya memimpin Divisi Lintas Udara ke-82, berfokus pada masa jabatannya sebagai jenderal bintang empat nan baru melangkah enam bulan. Secara tradisi, sebagian besar kepala staf setidaknya mengabdi selama 18 bulan dalam peran bintang empat sebelum menduduki posisi puncak di Angkatan Darat.
Juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, menyatakan bahwa Departemen Pertahanan tetap mendukung kepemimpinan LaNeve. "Departemen bakal terus bekerja sama dengan Gedung Putih dan Senat untuk menominasikan dan akhirnya mengonfirmasi pilihan Presiden Trump untuk memimpin Angkatan Darat Amerika Serikat," ujarnya.
Kedekatan dengan Donald Trump
Karier LaNeve melonjak setelah pertemuan tak terduga dengan Presiden Donald Trump. Saat memimpin Angkatan Darat Kedelapan di Korea Selatan pada Januari 2025, LaNeve muncul dalam panggilan video untuk aktivitas inagurasi. Penampilannya nan disiplin membikin Trump terkesan dan menyebutnya seperti karakter dari pusat perhatian.
Atas rekomendasi Letjen (Purn) Keith Kellogg, Hegseth kemudian menarik LaNeve menjadi ajudan militer seniornya pada 2025, sebelum akhirnya mempromosikannya menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat dan sekarang menjadi pelaksana tugas Kepala Staf.
Perlawanan Internal Republik
Hambatan terhadap LaNeve merupakan sinyal terbaru bahwa personil Kongres dari Partai Republik mulai melawan agenda Hegseth. Selain masalah personel, beberapa politisi Republik juga mengisyaratkan penolakan terhadap usulan anggaran Pentagon sebesar US$1,5 triliun nan diajukan Hegseth.
Senator Joni Ernst, seorang veteran Komandan Garda Nasional Angkatan Darat, dilaporkan menentang nominasi ini sebagian besar lantaran singkatnya masa kedudukan bintang empat LaNeve. Sebelumnya, Ernst juga sempat menjadi penghalang bagi konfirmasi Hegseth sebagai Menteri Pertahanan mengenai isu-isu wanita di militer dan pencegahan kekerasan seksual.
Selain Ernst, Senator Susan Collins juga menyatakan keprihatinannya atas langkah Hegseth nan memecat perwira senior berprestasi tanpa penjelasan nan jelas. "Ini sangat mengkhawatirkan. Mereka adalah laki-laki dan wanita nan secara sukarela mengabdi pada negara kita dan berjanji untuk memihak Konstitusi," tegas Collins.
Meskipun pencalonannya tersendat di Senat, Presiden Trump mempunyai opsi untuk mempertahankan LaNeve sebagai pelaksana tugas tanpa pemisah waktu, mengingat tidak ada batas norma nan mengatur lama kedudukan tersebut. (The Wall Street Journal/I-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·