Penetapan KCAG Klaten: Langkah Strategis Menuju Pengakuan Geopark Nasional

1 jam yang lalu 2
 Langkah Strategis Menuju Pengakuan Geopark Nasional Peserta mengikuti Pawai Sapi Tunggang dan Gerobak Sapi 2026 di Jatinom, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2026).(Antara/Aloysius Jarot Nugroho)

PEMERINTAH Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, resmi menerima Surat Keputusan (SK) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai Penetapan Kawasan Cagar Alam Geologi (KCAG). Penyerahan SK tersebut berjalan di Ruang Banggar DPRD Klaten pada Jumat (7/8), menandai langkah krusial dalam upaya mewujudkan Geopark Klaten.

Acara penyerahan sekaligus pemaparan kegunaan SK KCAG ini dihadiri langsung oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Kepala Bapperida Klaten, serta Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Badan Geologi Kementerian ESDM.

Memperkuat Pengusulan Geopark ke Pusat

Kepala Bapperida Kabupaten Klaten, Pandu Wirabangsa, menjelaskan bahwa penerimaan SK KCAG merupakan tindak lanjut strategis setelah penetapan area geopark di wilayah Bayat. Dokumen ini menjadi fondasi kuat untuk mempercepat proses pengusulan Geopark Klaten kepada pemerintah pusat di Jakarta.

"Alhamdulillah, Surat Gubernur Jawa Tengah untuk pengusulan Geopark Klaten sudah ditandatangani. Dengan diterimanya SK Penetapan KCAG hari ini, tahapan pengusulan ke pemerintah pusat dapat segera kita lanjutkan agar status Geopark Klaten segera terwujud," ujar Pandu.

Lebih lanjut, Pandu mengungkapkan bahwa pemerintah wilayah bakal segera mengintegrasikan penetapan KCAG ini ke dalam arsip Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Klaten. Penyesuaian tersebut direncanakan masuk dalam perubahan RTRW pada tahun 2027 guna memastikan perlindungan warisan pengetahuan bumi selaras dengan kebijakan penataan ruang daerah.

Kolaborasi Lintas Sektor

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak nan telah mengawal proses panjang penetapan KCAG ini. Ia menekankan bahwa pencapaian ini adalah hasil kerjasama solid antara pemerintah pusat, provinsi, hingga tingkat desa.

"Terima kasih kepada Badan Geologi Kementerian ESDM, Balai Pemantapan Kawasan Hutan, Pemprov Jawa Tengah, seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, dan semua stakeholders. Momentum ini menjadi penyemangat bagi kita untuk terus melangkah mewujudkan Geopark Klaten," kata Hamenang.

Meski mengakui perjalanan menuju status geopark resmi tetap panjang, Hamenang optimistis bahwa SK KCAG adalah tonggak sejarah krusial bagi Klaten. Menurutnya, pengembangan geopark mempunyai dimensi luas, tidak hanya soal konservasi tetapi juga pemberdayaan ekonomi.

Dampak Ekonomi dan Wisata Berkelanjutan

Pengembangan Geopark Klaten diproyeksikan bisa membuka kesempatan ekonomi baru melalui sektor wisata minat khusus. Selain melindungi kekayaan pengetahuan bumi nan berbobot sejarah dan ilmiah, area ini diharapkan menjadi destinasi edukasi nan bisa menggerakkan roda perekonomian lokal.

Bupati berambisi masyarakat dan pemerintah desa, khususnya di wilayah Bayat, dapat bersama-sama menjaga kelestarian area pengetahuan bumi tersebut.

"Semoga dengan ikhtiar bersama, Geopark Klaten segera terwujud. Kita mau menjaga dan melestarikan warisan pengetahuan bumi ini sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan pariwisata nan berkelanjutan," pungkasnya. (I-2)

Selengkapnya