Pengamat: NU harus Jaga Jarak dari Kelompok Penguasa

1 jam yang lalu 1
 NU kudu Jaga Jarak dari Kelompok Penguasa ilustrasi(Antara)

Pengamat politik Ujang Komarudin menegaskan pentingnya Nahdlatul Ulama (NU) menjaga independensinya sebagai organisasi sosial-keagamaan terbesar di Indonesia. Ia mengingatkan agar NU tidak sampai berada dalam kendali alias terkooptasi oleh kepentingan kekuasaan politik. Menurut Ujang, posisi NU nan sangat strategis membikin gerak-gerik keorganisasiannya sangat memengaruhi stabilitas nasional. Oleh lantaran itu, independensi menjadi kunci utama agar kegunaan moral organisasi tetap terjaga.

"Kalau NU tidak bisa dikendalikan oleh kekuasaan alias oleh negara, maka negara bisa guncang. NU sebagai salah satu kekuatan negara. Karena itu, jangan sampai NU berada dalam kendali kekuasaan," ujar Ujang melalui keterangannya, Selasa (25/8).

Ujang menilai, jaringan dan pedoman massa NU nan sangat luas semestinya lebih difokuskan pada pemberdayaan masyarakat di bagian sosial, ekonomi, serta keagamaan. Keterlibatan nan terlalu jauh dalam arena politik praktis dinilai berpotensi mengaburkan kegunaan utama keormasan tersebut.

Ia pun mendorong lahirnya format aktivitas baru alias pendapat 'New NU'. Lewat konsep ini, NU diharapkan dapat lebih konsisten mengambil jarak dari kekuasaan demi mengokohkan peran menjaga keadilan sosial di tengah masyarakat.

"Kalau itu terkooptasi oleh kekuasaan, maka minta maaf, NU bakal sama dengan organisasi masyarakat lainnya nan berada dalam kendali kekuasaan," tegasnya.

Harapan pada Sosok Rais Aam di Muktamar ke-35 NU

Menjelang gelaran Muktamar ke-35 NU nan dijadwalkan berjalan pada akhir Agustus 2026, Ujang berambisi para pemegang kewenangan bunyi dapat memilih figur Rais Aam nan mempunyai kapabilitas keulamaan kuat dan integritas moral tinggi.

Ia menambahkan bahwa sikap independen dan menjaga jarak dari politik kekuasaan bukan berfaedah membikin NU menjadi organisasi nan anti-pemerintah. Sebaliknya, independensi justru dibutuhkan agar NU tetap objektif dalam memberikan masukan demi kepentingan publik dan umat secara luas. (E-3)

Selengkapnya