ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Anton J. Supit menilai almarhum Rachmat Gobel merupakan sosok nan mempunyai pemahaman mendalam mengenai sektor industri. Menurutnya, latar belakang family dan pengalaman panjang di bumi manufaktur membikin Rachmat Gobel lebih tepat memimpin Kementerian Perindustrian dibandingkan Kementerian Perdagangan.
Anton mengatakan dirinya telah mengenal Rachmat Gobel sejak tetap menjadi pelaku industri hingga terjun ke bumi politik. Baginya, pengalaman tersebut membentuk karakter Gobel sebagai figur nan memahami persoalan industri dari hulu hingga hilir, sekaligus mempunyai jejaring luas di Jepang.
"Beliau itu dibesarkan oleh bapaknya nan memang entrepreneur di bagian elektronik. Jadi beliau ini sangat memahami industri. Sebenarnya beliau itu lebih cocok dulu jadi Menteri Perindustrian daripada Menteri Perdagangan, lantaran memang sesuai dengan kompetensinya," kata Anton kepada CNBC Indonesia, Jumat (10/7/2026).
Pengalaman Rachmat Gobel tidak hanya berasal dari bumi usaha. Pendidikan di Jepang dan hubungan nan erat dengan kalangan elite Negeri Sakura membuatnya mempunyai perspektif nan kuat mengenai pembangunan industri nasional.
Anton menilai pengalaman tersebut merupakan modal krusial untuk menyusun arah kebijakan industri Indonesia. Ia meyakini hanya sedikit tokoh nan mempunyai kombinasi pengalaman sebagai pelaku usaha, pemimpin perusahaan, sekaligus mempunyai jaringan internasional seperti Rachmat Gobel.
"Beliau sekolah di Jepang, punya network dengan para elite kekuasaan di Jepang. Itulah kesan saya dengan Pak Rachmat. Tidak banyak orang nan punya pengalaman seperti beliau," ujarnya.
Lebih jauh, Anton mengaku tetap berambisi Rachmat Gobel dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap kebangkitan industri nasional melalui perannya di DPR. Menurutnya, Indonesia memerlukan tokoh nan memahami pentingnya reindustrialisasi setelah kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian terus menurun dalam beberapa tahun terakhir.
Sektor manufaktur mempunyai peran strategis lantaran bisa menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar sekaligus menjadi sumber devisa negara. Karena itu, pembangunan industri menurutnya kudu dijalankan berasas cetak biru nan jelas dan berkelanjutan.
"Kita tetap berambisi beliau bisa melalui DPR memberikan kontribusi mengembalikan reindustrialisasi. Manufacturing itu sangat krusial lantaran memberikan lapangan kerja, menghasilkan devisa, dan menambah penerimaan negara. Kita kudu punya grand design industri," katanya.
Anton berambisi pendapat nan selama ini diperjuangkan Rachmat Gobel tidak berakhir setelah kepergiannya. Menurutnya, Indonesia kehilangan salah satu tokoh nan memahami pentingnya pembangunan industri sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.
"Dengan beliau meninggalkan kita, itu mengingatkan bahwa industri, khususnya manufacturing, sangat penting. Semoga apa nan beliau perjuangkan bisa diteruskan, lantaran kita memerlukan lapangan kerja, devisa, dan pembangunan industri nan punya grand design," sebut Anton.
Jenazah Rachmat Gobel dibawa menuju Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Jumat (10/7/2026). (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia) Foto: Jenazah Rachmat Gobel dibawa menuju Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Jumat (10/7/2026). (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia)
Sosok Pro Bisnis Sampai ke Senayan
Terpisah, Ketua Komisi Tetap Industri Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Achmad Widjaja mengenang almarhum Rachmat Gobel sebagai sosok pengusaha nan konsisten membangun upaya sesuai kompetensinya. Menurutnya, karakter tersebut tetap melekat ketika Gobel berkecimpung di bumi politik hingga menjadi Wakil Ketua DPR RI.
Dia mengingat Rachmat Gobel merupakan figur nan memahami bumi upaya lantaran lahir dan tumbuh dari lingkungan industri. Pengalaman itu membikin setiap pandangan maupun langkah politik nan diambilnya selalu berangkaian dengan upaya menjaga keberlangsungan sektor upaya dan manufaktur nasional.
"Beliau sosok pengusaha nan cukup andal dalam menekuni lini upaya nan sudah ada dan tidak masuk ke bumi upaya nan bukan bidangnya. Kalau tidak salah beliau juga punya upaya katering offshore, tetapi saya jarang mendengar beliau menjadi spekulan bisnis," kata Achmad kepada CNBC Indonesia, Jumat (10/7/2026).
Ia menilai Gobel bisa menjaga keseimbangan antara kepentingan upaya dan tanggung jawabnya sebagai pejabat publik ketika dipercaya masuk ke pemerintahan hingga menjadi personil DPR.
"Di sisi sebagai politikus beliau cukup banyak menjalankan perannya, mulai dari pemerintahan sampai masuk ke Senayan mewakili rakyat sesuai porsi partainya. Kesan saya sebagai pengusaha, beliau selalu mengakomodasi keluhan-keluhan di marketplace sampai ke Senayan. Beliau selalu pro bisnis," ujarnya.
"Sekarang kondisinya berbeda. Banyak tokoh politik alias pejabat justru menjadi pengusaha, sementara pengusaha semakin susah masuk ke ruang pengambilan kebijakan. Dengan ekonomi nan tidak menentu, geopolitik nan terus dinamis, dan inflasi nan tinggi, bumi upaya perlu segera menentukan sikap apakah tetap berinvestasi alias memperbesar upaya di sektor perdagangan," katanya.
Jenazah Rachmat Gobel dibawa menuju Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Jumat (10/7/2026). (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia) Foto: (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia)
(dce)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·