Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar mobil nasional mencatat penjualan lebih dari 500 ribu unit pada enam bulan pertama tahun berjalan. Capaian tersebut membikin sasaran penjualan hingga 1 juta unit dalam setahun kembali menjadi perhatian industri otomotif.
Sekretaris Jenderal Gaikindo Kukuh Kumara menyebut capaian semester pertama menjadi modal krusial untuk mengejar sasaran tahunan. Namun, perjalanan menuju nomor 1 juta unit tetap berjuntai pada kondisi pasar dalam enam bulan berikutnya.
"Agak berat kita jawabnya lantaran memang jika dilihat nih kan sampai dengan 6 bulan pertama kan sudah di atas 500 ya," ujar Kukuh kepada CNBC Indonesia, Minggu (23/8/2026).
Berdasarkan info Gaikindo, total penjualan mobil nasional periode Januari-Juli 2026 mencapai 517.742 unit secara wholesales (naik 18,3% secara year-on-year) dan 511.514 unit untuk penjualan retail (naik 12,3%).
Angka tersebut menunjukkan pasar telah mengumpulkan lebih dari separuh sasaran dari 1 juta unit ketika tahun baru melangkah setengahnya. Secara matematis, kesempatan mencapai sasaran tetap terbuka andaikan penjualan pada paruh kedua bisa mempertahankan ritme nan sama.
Calon pembeli memandang mobil baru di Showroom Suzuki di Kawasan Gading Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (16/2/2021). Pemerintah memutuskan untuk memberikan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) alias pajak 0%. Insentif tersebut terbagi menjadi tiga tahap nan bakal dievaluasi per tiga bulan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Calon pembeli memandang mobil baru di Showroom Suzuki di Kawasan Gading Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (16/2/2021). Pemerintah memutuskan untuk memberikan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) alias pajak 0%. Insentif tersebut terbagi menjadi tiga tahap nan bakal dievaluasi per tiga bulan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Namun, industri tidak hanya berhadapan dengan kalkulasi angka. Kondisi ekonomi, daya beli, permintaan kendaraan komersial, serta perkembangan pasar pada semester kedua bakal ikut menentukan hasil akhirnya.
"Dengan catatan jika ini semuanya melangkah normal harusnya sih bisa, tapi kan kita nggak tahu," kata Kukuh.
Kinerja GIIAS juga menjadi salah satu aspek nan bakal diperhatikan industri. Pameran otomotif tersebut dapat memberikan tambahan dorongan terhadap transaksi, tetapi nomor final penjualannya tetap menunggu kompilasi dari masing-masing merek.
Data tersebut diperlukan untuk memandang seberapa kuat respons konsumen setelah pameran. Hasilnya juga dapat menjadi salah satu parameter untuk memperkirakan arah pasar hingga penghujung tahun.
"Kalau sales kita belum tahu angkanya," ujar Kukuh.
(fys/wur)
[Gambas:Video CNBC]

2 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·