Pentingnya Literasi Digital dan Budaya Digital Sehat bagi Generasi Muda

1 jam yang lalu 3
ARTICLE AD BOX
Pentingnya Literasi Digital dan Budaya Digital Sehat bagi Generasi Muda 123RF(Ilustrasi )

Urgensi Literasi Digital dalam Membangun Budaya Digital Sehat di Indonesia

Perkembangan bumi digital nan sangat pesat membawa tantangan besar bagi bangsa Indonesia. Literasi digital sekarang bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan utama nan kudu diintegrasikan ke dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Hal ini menjadi kunci utama dalam membangun budaya digital nan sehat di tanah air.

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menegaskan bahwa penguatan literasi nan konsisten sejak awal merupakan langkah krusial. "Perkembangan bumi digital merupakan tantangan nan kudu kita hadapi bersama. Melalui penguatan literasi nan konsisten sejak awal dalam upaya membangun budaya digital nan sehat, sebagai bekal peningkatan daya saing generasi penerus bangsa," ujar Lestari dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/7/2026).

Regulasi Pembatasan Gawai di Satuan Pendidikan

Menyambut awal tahun aliran baru 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mengambil langkah konkret dengan menerbitkan Surat Edaran Kemendikdasmen Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan. Kebijakan ini dirancang untuk mengatur penggunaan perangkat digital agar lebih bijaksana, aman, dan bertanggung jawab selama aktivitas belajar mengajar berlangsung.

Terdapat beberapa tujuan utama dari kebijakan pembatasan gawai ini, antara lain:

  • Mendukung Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
  • Melindungi peserta didik dari akibat adiksi alias kecanduan digital.
  • Mencegah paparan konten negatif nan tidak sesuai usia.
  • Menjaga kesehatan bentuk dan mental siswa dari akibat jelek penggunaan gawai berlebihan.

Kolaborasi Ekosistem Digital: Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat

Lestari Moerdijat, nan berkawan disapa Rerie, beranggapan bahwa izin pemerintah tidak bakal cukup tanpa support sektor lain. Membangun budaya digital nan sehat memerlukan keterlibatan aktif dari keluarga, sekolah, dan masyarakat secara luas untuk menciptakan ekosistem digital nan aman.

"Upaya segera untuk membangun ekosistem digital kondusif dan budaya digital nan sehat saat ini sangat relevan, mengingat tantangan di sektor digital dunia semakin besar," kata Rerie nan juga merupakan Anggota Komisi X DPR RI tersebut.

Data Penetrasi Internet Indonesia 2026 (Sumber: APJII)

Penetrasi Nasional 81,72% (± 235 juta jiwa)
Penetrasi Gen Z & Milenial Di atas 89%

Ancaman Kecanduan Internet dan Masa Depan Bangsa

Tingginya nomor penetrasi internet, terutama pada golongan usia muda, membawa akibat nyata. Rerie menyoroti kejadian kecanduan internet nan mulai memengaruhi stabilitas emosi anak-anak. Menurutnya, hubungan di ruang digital kudu ditata sedemikian rupa agar keterhubungan di bumi maya tidak berubah menjadi ancaman alias ancaman bagi tumbuh kembang anak.

Keberhasilan kebijakan pembatasan gawai di sekolah sangat berjuntai pada kesiapan orang tua dan tenaga pendidik dalam memberikan pemahaman serta pengawasan. Melindungi anak di ruang digital, pada hakikatnya, adalah upaya menjaga masa depan bangsa Indonesia.

"Kebijakan ini kudu menjadi bagian dari aktivitas bersama, untuk memastikan proses pendidikan dan tumbuh kembang generasi penerus melangkah secara sehat, aman, dan bermartabat," pungkas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem tersebut.

FAQ: Literasi dan Budaya Digital

Apa itu budaya digital nan sehat?
Budaya digital nan sehat adalah perilaku masyarakat dalam menggunakan teknologi info secara bijak, etis, dan bertanggung jawab, serta bisa menyeleksi konten negatif demi kesejahteraan mental dan fisik.

Mengapa pembatasan gawai di sekolah diperlukan?
Untuk meminimalisir gangguan saat belajar, mencegah kecanduan gawai, dan melindungi siswa dari akibat negatif internet seperti perundungan siber alias konten nan tidak pantas.

Bagaimana peran orang tua dalam literasi digital?
Orang tua berkedudukan sebagai pendamping utama dalam mengenalkan batas waktu layar (screen time) dan memberikan edukasi mengenai keamanan info pribadi serta etika berkomunikasi di media sosial.

Selengkapnya