Jakarta, CNBC Indonesia - Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kemenko Perekonomian Elen Setiadi menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan komoditas mineral dan energi. Hal ini diperlukan agar pengelolaan sumber daya alam Indonesia dapat memberikan nilai tambah.
Menurut dia, pemerintah perlu memastikan komoditas nan dihasilkan dari sumber daya alam Indonesia tidak hanya berakhir pada tahap hulu, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk nan mempunyai nilai tambah dan terserap oleh pasar domestik.
"Emas itu nan kita anggap secara hilirisasi selanjutnya sudah sampai ke end point, end point itu masyarakat. Bahkan misalnya bisa untuk emas perhiasan, bisa untuk investasi dan lain sebagainya. Nah nan lain bagaimana? Ini tugasnya apa? Melakukan pengaturan izin dan andaikan sudah mulai mulai nikel bauksit dan lain sebagainya," kata dia dalam MINDialogue dengan tema Komoditas untuk Negeri: Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI, Rabu (12/8/2026).
Elen menilai ke depan pemerintah perlu mendorong pengembangan industri hilir sekaligus mengatur keseimbangan antara produksi dengan kebutuhan pasar. Langkah tersebut krusial untuk memastikan komoditas nan diproduksi mempunyai pasar dan offtaker nan jelas.
"Jangan lupa, mengatur keseimbangan itu penting, bahwa kepentingan dalam negeri, tetapi menjadi utama tetapi gimana menyiapkan kebutuhan dalam negeri itu menjadi bagian krusial lagi, lantaran jika sekadar disediakan tidak ada off-taker nan tadi kita bicara ini menjadi persoalan," ujarnya.
Ia menyebut upaya tersebut perlu dilakukan secara berbarengan dengan percepatan investasi untuk mengembangkan industri pengolahan di dalam negeri. Dalam perihal ini, Danantara dinilai mempunyai peran krusial untuk mendorong investasi pada sektor-sektor strategis.
"Jadi keseimbangan ini nan perlu kita ciptakan sembari mempercepat mendorong salah satunya tugasnya Danantara tadi sudah sampaikan Pak Singgih saya tidak bisa ulang, gimana coba kita mendorong Danantara bisa melakukan investasi," kata dia.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

39 menit yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·