Ilustrasi: Foto udara dermaga di Pelabuhan Marunda, Jakarta.( ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
SUKU Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara menyatakan musim kemarau nan melanda saat ini menyebabkan perairan di Dermaga Marunda Kepu surut. Kondisi tersebut berakibat pada kandasnya sejumlah kapal nelayan setempat.
“Sejumlah kapal nelayan kandas akibat debit air nan menyusut akibat musim kemarau,” kata Kepala Sudin KPKP Jakarta Utara Novy Christine Palit dikutip dari Antara, Selasa (4/8).
Novy menerangkan, kejadian air surut ini memaksa para nelayan bekerja ekstra. Mereka kudu menarik perahu secara manual ke area perairan nan lebih dalam sebelum bisa bertolak melaut.
Guna mengatasi persoalan tersebut, Sudin KPKP bakal berkoordinasi dengan Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara untuk melakukan pengerukan di lokasi. Langkah ini diharapkan membikin kapal nelayan dapat kembali bersandar dengan aman.
“Tujuannya agar aktivitas nelayan kembali lancar,” kata dia.
Meski menghadapi hambatan pendangkalan dermaga, Novy menyebut volume hasil tangkapan nelayan pada musim tandus sejauh ini tetap tergolong stabil.
“Hasil tangkapan nelayan, khususnya rajungan nan ditangkap menggunakan bubu, tetap cukup baik,” kata dia.
Guna mengantisipasi akibat cuaca nan diprediksi berjalan hingga September, Sudin KPKP intensif memberikan pendampingan kepada para petani dan nelayan di wilayah Jakarta Utara.
“Kami terus memberikan pendampingan kepada petani dan nelayan agar bisa beradaptasi dengan kondisi cuaca ekstrem,” kata dia. (Ant/P-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·