Perang Urat Saraf Skuad Prancis vs Spanyol Memanas Jelang Semifinal

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNN Indonesia --

Mind games namalain perang urat saraf mulai memanaskan atmosfer menjelang duel raksasa babak semifinal Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Prancis, Rabu (15/7) awal hari WIB.

Ini menjadi pertemuan kedua sepanjang sejarah Piala Dunia bagi kedua negara setelah 20 tahun silam. Di atas kertas, nyaris tidak ada jarak nan memisahkan kekuatan kedua raksasa Eropa ini.

Namun di luar lapangan, adu argumen antarpemain kedua tim mulai bergulir mengenai status tim favorit, performa individu, hingga ekspektasi laga semifinal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelatih Prancis, Didier Deschamps, sebelumnya telah melempar beban dengan melabeli Spanyol nan berstatus juara Eropa sebagai tim nan lebih difavoritkan.

Di kubu seberang, para penggawa Tim Matador justru secara terbuka menyatakan kesiapan mereka untuk meredam kapten Prancis sekaligus top skor sementara Piala Dunia 2026, Kylian Mbappe.

Sejarah mencatat Prancis dan Spanyol baru satu kali berjumpa di panggung Piala Dunia, tepatnya pada jenis 2006 saat Les Bleus menang 3-1.

Namun, dalam dua bentrok besar terakhir, Spanyol menyapu bersih kemenangan; ialah saat menang 2-1 di semifinal Euro 2024 dan menang drama sembilan gol 5-4 di semifinal UEFA Nations League tahun lalu. Skuad didikan Luis de la Fuente pun membidik kemenangan hat-trick di Dallas nanti.

"Kami mengalahkan Prancis dalam dua pertemuan terakhir. Jika ada tim nan kudu takut, itu adalah mereka. Kita lihat saja apa nan terjadi, kami sama sekali tidak takut," ujar winger muda Spanyol, Lamine Yamal, dengan percaya diri.

Senada dengan Yamal, tandem lini serangnya, Nico Williams, juga menyuarakan rasa optimisme nan sama saat diwawancarai oleh media Spanyol, El Chiringuito.

"Kami tidak perlu takut pada mereka, sama sekali tidak. Kami sudah membuktikannya dengan mengalahkan tim ini dua kali. Ini bukan kesombongan, melainkan rasa percaya diri nan tinggi dan sedikit ego nan positif," cetus Nico Williams.

Banner Gempita Bola 2026

Sorotan utama juga mengarah pada lini pertahanan Spanyol nan bakal mengawal Kylian Mbappe. Striker Real Madrid itu saat ini memimpin daftar top skor Piala Dunia 2026 dengan koleksi delapan gol dan tiga assist. Bek muda Spanyol, Pau Cubarsi, menegaskan dirinya siap menghadapi ancaman tersebut.

"Dia [Mbappe] tidak membikin saya takut," tegas Cubarsi. "Semua orang tahu kualitasnya. Bahkan jika dia tidak terlibat sepanjang laga, dia bisa mengubah permainan hanya lewat satu aksi. Dia unik, sama seperti Lamine [Yamal]. Anda hanya kudu tetap konsentrasi penuh selama 90 menit," sambungnya.

Mendengar gelombang psywar nan dilancarkan para pemain Spanyol, bek tengah Prancis, Ibrahima Konate, langsung memasang badan. Pemain Liverpool itu menilai komentar-komentar tersebut hanyalah jebakan psikologis nan sengaja dipasang untuk merusak konsentrasi timnya.

"Tidak, tidak... jujur saja, kami sama sekali tidak memedulikan apa nan mereka katakan di luar sana," respons Konate tenang.

"Kami tidak boleh takut pada siapa pun. Kami kudu tetap membumi dan tidak jatuh ke dalam jebakan [perang saraf] seperti itu, terutama di fase krusial turnamen ini. Mereka bebas bicara apa saja. Kami bakal bersiap sebaik mungkin, dan di akhir pertandingan nanti, kita bakal memandang siapa nan tertawa paling akhir," pungkas Konate.

[Gambas:Video CNN]

(wiw/ptr)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya