Perempuan Pesisir Batam Dokumentasikan Mangrove lewat Herbarium

1 hari yang lalu 3
Perempuan Pesisir Batam Dokumentasikan Mangrove lewat Herbarium (MI)

SELAMA bertahun-tahun, pengetahuan penduduk Kampung Tua Bakau Serip mengenai jenis-jenis mangrove hanya beranjak dari mulut ke mulut tanpa catatan tertulis. Kini, kekayaan pengetahuan lokal tersebut sukses didokumentasikan dalam satu set herbarium berisi 12 jenis mangrove lokal oleh 10 perempuan pesisir setempat dengan pendampingan tim pengabdian masyarakat Universitas Internasional Batam (UIB).

Program nan berjalan dari Juni hingga Agustus 2026 ini menyasar area Ekowisata Mangrove Pandang Tak Jemu, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam. Kawasan tersebut dikelola secara swadaya oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) Pandang Tak Jemu.

Namun, tantangan ekonomi membayangi lantaran pemasukan nan terbatas. Dengan nilai tiket masuk Rp10.000 hingga Rp30.000, kunjungan rata-rata hanya mencapai 30 hingga 40 orang per bulan, jumlah nan tidak mencukupi untuk biaya perawatan dan pengembangan kawasan.

Ketua Tim Pengabdian UIB, Stivani Ayuning Suwarlan, menjelaskan bahwa keterlibatan wanita sebelumnya hanya terbatas pada urusan konsumsi dan kebersihan. Padahal, mereka mempunyai pengetahuan mendalam tentang ekosistem bakau.

"Masalahnya bukan kawasannya tidak menarik, tetapi tidak ada nan bisa menceritakannya kepada pengunjung. Padahal ibu-ibu di sini hafal betul jenis bakau nan buahnya bisa dimakan, nan beracun, dan nan akarnya kuat menahan lumpur. Pengetahuan itu nan kami bantu ubah menjadi corak nan bisa dibaca dan diwariskan," ujar Stivani.

Dari Daun Kering ke Basis Data Dunia

Proses penyusunan herbarium dilakukan melalui serangkaian training pada 21 Juni, 26 Juni, dan 1 Juli 2026. Para peserta diajarkan teknik mengambil spesimen daun, buah, dan propagul secara berkelanjutan, mengeringkannya, hingga memberikan label ilmiah nan mencakup kegunaan ekologisnya.

Selain pengarsipan fisik, tim UIB juga memperkenalkan teknologi digital melalui aplikasi iNaturalist. Melalui platform ini, para wanita pesisir sukses mengunggah 50 observasi nan mencakup 25 takson mangrove dan biota pesisir ke organisasi ilmiah global.

"Sekarang info keanekaragaman hayati Bakau Serip bisa diakses siapa saja di dunia, dan nan memasukkan datanya orang kampung sendiri, bukan peneliti dari luar," kata Khoirul Anwar, personil tim dari bagian biologi.

Peningkatan Kapasitas dan Paket Wisata Baru

Program ini mencatat keberhasilan signifikan dalam peningkatan kapabilitas peserta. Berdasarkan tes sebelum dan sesudah kegiatan, rata-rata nilai pemahaman peserta melonjak dari 73 menjadi 93. Seluruh peserta sekarang telah melampaui nilai minimal kompetensi nan ditetapkan.

Output dari aktivitas ini tidak hanya berupa herbarium, tetapi juga poster edukasi, papan info permanen, serta rancangan paket wisata edukasi. Paket ini menggabungkan aktivitas susur mangrove, sesi interpretasi mendalam, dan tindakan penanaman bakau oleh wisatawan.

Ketua KUB Pandang Tak Jemu, Hasnindar, menyambut positif perubahan ini. "Kalau dulu tamu datang lampau foto-foto dan pulang, sekarang kami bisa lebih perincian menjelaskan. Ada nan bisa kami tunjukkan dan kami ceritakan," ungkapnya. (I-2)

Selengkapnya