Pernyataan Lengkap Trump soal "Penyerahan Diri" Hamas di Gaza

4 jam yang lalu 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika (AS) Serikat Donald Trump merilis pernyataan komplit mengenai kesepakatan nan diklaim telah dicapai oleh Board of Peace (BoP), ialah pelucutan senjata secara menyeluruh terhadap Hamas dan seluruh golongan bersenjata lainnya di Jalur Gaza.

Dalam pernyataannya, Trump mengatakan kesepakatan pelucutan senjata tersebut menjadi tonggak krusial menuju perdamaian dan keamanan di Gaza. Ia juga menyebut langkah itu bakal membuka jalan bagi pembentukan pemerintahan Palestina nan baru untuk mengelola wilayah tersebut.

"Kesepakatan ini merupakan langkah krusial agar Gaza pada akhirnya dapat dikelola oleh pemerintahan Palestina baru nan bakal bekerja sama erat dengan Board of Peace demi membantu rakyat Palestina. Pada saat nan sama, Israel bakal mendapatkan keamanan nan layak mereka terima lantaran Gaza tidak lagi dijadikan pedoman serangan teror," tulis Trump melalui Truth Social, dikutip Jumat (31/7/2026).

Trump menjelaskan penyelenggaraan kesepakatan bakal dilakukan secara bertahap. Seiring rampungnya proses pelucutan senjata, pasukan Israel disebut bakal ditarik dari Gaza dan digantikan oleh Pasukan Stabilisasi Internasional nan bekerja sama dengan kepolisian Palestina nan baru. Ia juga menegaskan ancaman nan muncul dari Gaza pada 7 Oktober tidak bakal diizinkan bangkit kembali.

"Di bawah kesepakatan ini, Gaza pada akhirnya bakal berada di tangan pemerintahan Palestina baru nan melayani rakyatnya," ujarnya.

Sementara itu, arsip kesepakatan nan diperoleh Al Jazeera menyebut Hamas dan faksi-faksi Palestina lainnya telah menyetujui rancangan nan memuat peta jalan pelucutan senjata. Dokumen tersebut mengatur penyusunan rencana penerapan secara rinci dalam waktu 14 hari, dengan kemungkinan perpanjangan andaikan disetujui badan verifikasi internasional.

Anggota delegasi negosiasi Hamas, Ghazi Hamad, mengatakan pembahasan berjalan panjang dan penuh tantangan. "Negosiasi ini berjalan alot dan sulit, dan kami berupaya mencapai formula terbaik nan dapat direalisasikan," katanya.

Namun, dia menegaskan Hamas hanya bakal melaksanakan kesepakatan andaikan Israel juga memenuhi kewajibannya, termasuk menarik pasukan dari Gaza dan mendukung proses rekonstruksi wilayah tersebut.

Sementara itu, seorang pejabat Board of Peace menjelaskan proses pelucutan senjata bakal dimulai dengan penyerahan senjata nan berada di bawah kendali kepolisian, kemudian dilanjutkan dengan penonaktifan persenjataan berat. Seluruh aktivitas militer di Gaza juga direncanakan dihentikan secara bertahap, meski implementasinya diperkirakan memerlukan waktu.

Hingga kini, pemerintah Israel belum memberikan tanggapan resmi mengenai pengumuman tersebut. Di sisi lain, golongan Jihad Islam Palestina menyatakan laporan mengenai adanya kesepakatan seluruh faksi Palestina dengan Israel belum sepenuhnya jeli lantaran tetap terdapat sejumlah keberatan terhadap rumusan nan beredar.

Pembahasan lanjutan dijadwalkan berjalan di Kairo dengan melibatkan mediator dari Mesir, Qatar, Turki, dan Amerika Serikat (AS) untuk mengamankan komitmen seluruh pihak terhadap tahapan berikutnya. Trump pun menyampaikan apresiasi kepada para mediator dan tim negosiasinya nan dinilai sukses mewujudkan terobosan tersebut. Menurutnya, kesepakatan ini menjadi langkah krusial menuju tata kelola baru di Gaza nan berfokus pada kepentingan rakyat Palestina.

Berikut pernyataan komplit Trump nan diunggah melalui IG White House (@whitehouse):

"Hari ini, Board of Peace (Dewan Perdamaian) sukses mencapai kesepakatan berhistoris untuk melakukan pelucutan senjata secara menyeluruh terhadap Hamas dan seluruh golongan bersenjata lainnya di Gaza. Ini merupakan langkah monumental menuju perdamaian dan keamanan nan berkelanjutan.

Kesepakatan ini menjadi langkah krusial agar Gaza pada akhirnya dapat dikelola oleh pemerintahan Palestina nan baru, nan bakal bekerja sama secara erat dengan Board of Peace untuk membantu rakyat Palestina. Pada saat nan sama, Israel bakal memperoleh keamanan nan layak mereka dapatkan, lantaran Gaza tidak lagi digunakan sebagai pedoman serangan teror.

Ini merupakan tonggak krusial dalam penyelenggaraan Trump 20-Point Plan.

Kesepakatan ini bakal dijalankan melalui tahapan-tahapan nan telah disusun secara cermat. Seiring dengan rampungnya proses pelucutan senjata, pasukan Israel bakal ditarik, sementara Pasukan Stabilisasi Internasional bakal bekerja sama dengan kepolisian Palestina nan baru untuk bertanggung jawab menjaga keamanan Gaza bagi para penduduknya maupun negara-negara di sekitarnya.

Satu tahun lalu, area ini dilanda perang nan berkecamuk, krisis kemanusiaan, dan para sandera nan ditahan dalam kondisi nan sangat kejam. Kita telah mencapai kemajuan nan bersejarah, meskipun tetap banyak pekerjaan nan kudu diselesaikan.

Saya mau menyampaikan terima kasih kepada para mediator, Mesir, Qatar, dan Turki, atas upaya krusial nan telah mereka lakukan. Saya juga memberikan apresiasi unik kepada tim saya nan luar biasa, nan bekerja tanpa capek hingga terobosan berhistoris ini dapat terwujud.

Ancaman nan muncul dari Gaza pada 7 Oktober tidak bakal dibiarkan bangkit kembali.

Berdasarkan kesepakatan ini, Gaza pada akhirnya bakal berada di bawah pemerintahan Palestina nan baru, nan betul-betul mengabdi kepada rakyatnya.

Selamat kepada semua pihak atas perkembangan luar biasa ini, nan sebelumnya dikatakan banyak orang mustahil untuk dicapai."

(tfa/luc) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya