Jakarta, CNBC Indonesia - PT Perta Daya Gas, perusahaan patungan PT Pertamina Gas (Pertagas) dan PT PLN Energi Primer Indonesia, tengah membangun Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.
Corporate Secretary Perta Daya Gas Ucok Charles Kairupan mengatakan, pembangunan SPBE ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan pasokan LPG di wilayah Sorong, memperpendek rantai pasok, serta mendorong nilai LPG nan lebih kompetitif dan mendekati nilai di Pulau Jawa.
Dia menyebut, SPBE Sorong ini ditargetkan mulai beraksi pada tahun ini.
"Hal ini menjadi krusial mengingat Kampung Arar, Kabupaten Sorong, merupakan salah satu wilayah penghasil daya di Indonesia, sehingga masyarakat diharapkan dapat memperoleh akses daya nan lebih merata, terjangkau, dan berkelanjutan," ungkap Ucok, dikutip dari keterangan resmi, Selasa (18/8/2026).
Dia menjelaskan, SPBE ini bakal dibangun dengan kapabilitas 2x30 metrik ton per hari. Konsumsi LPG di Kota Sorong & Kabupaten Sorong diproyeksikan rata-rata sekitar 5-10 metrik ton per hari. Namun, SPBE ini nantinya tidak hanya untuk memasok LPG wilayah Sorong, tapi juga untuk wilayah sekitar Papua Barat Daya.
Bahkan, permintaan LPG di Sorong ini diperkirakan bakal meningkat hingga mencapai 15 metrik ton per hari pada beberapa tahun ke depan.
Sebelumnya, dia menyebut, pasokan LPG untuk Sorong dan wilayah Papua Barat Daya ini tetap dipasok dari SPBE di Surabaya, Jawa Timur.
"Proyek memberi akibat positif terutama pada nilai jual elpiji oleh lantaran lebih ekonomisnya proses bottling. Tabung kosong elpiji dapat diilakukan pengisian ulang di SPBE KEK Sorong, di mana sebelumnya bottling dilakukan di Surabaya," jelasnya.
Menurut Ucok, SPBE di KEK Sorong ini nantinya bakal memasok LPG melalui pipa gas sepanjang 1,4 kilo meter (km) langsung dari sumber gas Petrogas, berbeda dengan pola pengedaran konvensional nan selama ini mengandalkan pengangkutan menggunakan truk.
Dia menjelaskan, dalam penyelenggaraan proyek ini, Perta Daya Gas bekerja sama dengan PT Malamoi Olom Wobok (MOW), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Sorong nan bertindak sebagai Badan Usaha Pembangunan dan Pengelola (BUPP) KEK Sorong, serta mempunyai kewenangan dan kewenangan untuk menjalankan aktivitas niaga di wilayah Sorong sesuai dengan ketentuan nan berlaku.
Adapun, pembeli utama alias anchor buyer dari SPBE Sorong ini ialah PT Pertamina Patra Niaga (PPN).
"Kegiatan niaga dilaksanakan melalui kerja sama antara PPN dan MOW sesuai kewenangan MOW sebagai BUPP KEK Sorong," imbuhnya.
(wia)
[Gambas:Video CNBC]

17 jam yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·